Pemkot Kendari Tetapkan Besaran dan Mekanisme Pengelolaan Zakat Fitrah 2020

2283
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menetapkan besaran dan mekanisme pengelolaan zakat fitrah Tahun 1441 H/2020 M. Besaran zakat fitrah dengan bahan makanan pokok ditetapkan 3,5 liter per orang.

Kabag Kesra Pemkot Kendari, Abdul Rauf mengatakan, penetapan ini berdasarkan surat keputusan Wali Kota Kendari Nomor 342 Tahun tentang Penetapan Besaran dan Mekanisme Pengelolaan Zakat Fitrah Tahun 1441 H/2020 M.

- Advertisement -

Lanjutnya, bagi yang membayar dengan uang, maka besaran zakat fitranya disesuaikan dengan beras yang dikonsumsi setiap hari.

Abdul Rauf menjelaskan, bagi yang mengonsumsi beras kualitas terbaik (pandan wangi atau sejenisnya) ditetapkan sebesar Rp 38.000 ribu per orang, beras kepala dan sejenisnya sebagai makanan pokok ditetapkan sebesar Rp 33.000 ribu per orang, jenis beras ciliwung sebesar Rp 31.000 ribu per orang, jenis beras dolog Rp 28.000 per orang, dan bahan makanan seperti sagu, sagu dan ubi sebesar Rp 20.000 ribu per orang.

“Pengumpulan zakat harta dan zakat fitrah dilakukan unit pengumpul zakat (UPZ) atau amil dengan berkoordinasi pihak kelurahan,” kata Abdul Rauf saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 22 April 2020.

Mekanisme pengelolaan zakat fitrah yang diterima oleh unit pengumpul zakat, Abdul Rauf menjelaskan, untuk zakat harta (maal) wajib disetor kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari melalui Bank Muamalat Cabang Kendari nomor rekening 82100300276 atas nama Bazda Kota Kendari, pengurus UPZ berhak mengambil hak amil sebesar 5 persen dari jumlah zakat harta yang diterima.

Untuk zakat fitrah didistribusi langsung oleh Unit Panitia pendistribusi zakat (UPPZ) kelurahan kepada yang berhak menerima dalam kelurahan masing-masing dengan pengaturan pembagian 12,5 persen untuk UPZ dan 87,5 persen untuk fakir miskin dan miskin.

Mengimbau kepada segenap umat muslim aga membayar zakat hartanya segera, sehingga dapat terdistribusi kepada mustahik lebih cepat.

UPZ yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpul zakat yang berada dilingkungan masyarakat untuk menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dan alat pembersih sekali pakai (Tissue). UPZ untuk melakukan pembersih ruangan dan lingkungan penerimaan zakat secara rutin.

Panitia pengumpul dan pendistribusi zakat untuk menghindari penyaluran zakat fitrah kepada mustahik melalui tukar kupon dan pengumpulan orang, dan panitia pendistribusi zakat untuk melakukan penyaluran dengan memberikan secara langsung kepada mustahik.

UPZ dan pendistribusi zakat fitrah atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpul zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk pro aktif dalam melakukan pendataan mustahik dengan berkoordinasi kepada Ketua RT dan RW di kelurahan masing-masing.

“Setiap UPZ wajib membuat laporan penerimaan dan pendistribusian zakat yang diterima (harta dan fitrah) dan jumlah penerima zakat fitrah, paling lambat 30 hari setelah Hari Raya Idulfitri 1441 H/2020 M kepada Baznas Kota Kendari,” tutupnya.

Penulis : Haerun.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...