Pencurian di Tengah Virus Corona Depan Kampus UHO Resahkan Warga

2201
 

Kendari, Inilahsultra.com – Aksi pencurian di tengah pandemi Virus Corona marak terjadi Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) akhir-akhir ini. Hal itu memicu keresahan warga sekitar.

Aksi pencurian ini terjadi di Lorong Salangga tepatnya di depan kampus baru Universitas Halu Oleo (UHO), pada Rabu malam 29 April 2020.

- Advertisement -

Pencuri mencongkel rumah dan kios lalu menggasak isi dan harta di dalamnya.

Salah satu korban pencurian penjual pakaian, La Sani menceritakan, sekitar pukul 12 malam dari rumahnya Sadil Ramdani dan tiba depan kampus baru sekitar setengah 1 malam kiosnya masih dalam keadaan aman.

“Saya pulang dari rumahnya Sadil Ramdani jam 12 malam setengah jam kemudian tiba depan kampus baru. Saya pastikan kios saya dalam keadaan aman, tapi gelap karena  lampu jalan mati,” jelas La Sani, Kamis malam 30 April 2020.

Setelah memastikan kiosnya dalam keadaan aman, La Sani kembali di kediamannya untuk beristrahat. Tapi sebelumnya, kata La Sani memang ada kerabat di rumahnya bermimpi kios miliknya terbongkar.

Tapi dirinya tidak menghiraukan itu, lanjut La Sani bercerita, nanti pada pagi hari sekitar pukul 8 lewat pergi di kios ternyata sudah terbuka pintunya dan isinya di dalam diambil mulai dari gamis 96 lembar, baju koko 15 lembar dan celana.

“Subuh mereka beraksi sebelum sahur kayanya sekitar jam 2 atau jam 3, karena tengah malam saya lihat masih dalam keadaan aman itu kios. Saya hitung-hitung total kerugian saya kurang lebih sekitar Rp 15 juta,” jelas La Sani.

Kejadian ini, kata La Sani, sudah dilaporkan di Polsek Poasia Kendari.

“Tadi saya sudah melaporkan di Polsek Poasia, tapi dengan kejadian ini saya mengambil pelajaran dan berjaga-jaga depan lorong,” jelasnya.

Sebelumnya, kata La Sani pencurian kerap terjadi di sekitar Kantor Pertanahan Kota Kendari, yang lapak-lapak dicungkil kemudian barangnya diambil.

Selain itu, pencurian terjadi depan Lorong Berlian. Kios penjual sembako dicungkil dan di depan lumba-lumba terjadi pencurian dengan modus yang sama.

“Kejadian pencurian sudah tidak bisa kita hitung, karena sering sekali terjdi depan Kampus UHO. Kita tidak tahu malam ini melakukan lagi aksi kejahatannya itu para pencuri,” katanya.

Untuk itu, ia berharap, ada perlindungan kepada warga depan kampus UHO dari Pemkot Kendari dan pihak keamanan dari kepolisian dengan adanya dampak sosial di tengah pandemi corona saat ini.

“Jangan hanya wabah Covid-19 yang harus dijaga, tetapi bagaimana menjaga warga dari dampak sosial dengan adanya pencurian yang meresahkan ini di tengah virus corona. Dan kurangnya pengamanan dari pihak kepolisian di depan kampus UHO,” tutupnya.

Sementara itu anggota DPRD Kota Kendari, dapil Kambu Baruga, LM Rajab Jinik mengatakan, aksi pencurian ini merupakan dampak Covid-19, karena masyarakat tidak lagi mendapatkan pekerjaan dengan adanya virus corona.

“Dampak sosial ini sangat meresahkan warga di sekitar kampus baru, dan warga sudah tidak nyaman lagi pada malam hari. Kasian mereka sudah berdampak corona, ditambah lagi dengan dampak sosial yang sangat merugikan,” kata Rajab Jinik.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari mengatakan, bisa saja saat ini terjadi di sekitar kampus baru, tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi di tempat lain mengingat wabah corona ini belum berakhir.

“Kita harapkan kejadian depan kampus UHO ini tidak terjadi di tempat lain di Kota Kendari,” harapnya.

Untuk itu, kata Rajab, akan berkoordinasi dengan Pemkot Kendari untuk mengaktifkan peran RT/RW dalam penjagaan di wilayah Kelurahan Lalolara.

“Saya juga akan turun langsung dengan kejadian ini melakukan pendekatan dengan teman-teman RT/RW untuk mengaktifkan ronda, karena kita tidak bisa hanya melihat begitu saja tapi harus berpartisipasi dalam pengamanan ini,” jelasnya.

“Saat ini saya juga sudah melakukan konsolidasi dengan teman-teman di depan kampus baru untuk melakukan penjagaan ketat,” tambahnya.

Kemudian, lanjut Rajab, dirinya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk berperan bersama-sama dalam rangka melindungi masyarakat.

“Kita akan meminta kepolisian dan Pemkot Kendari, DPRD dan warga sekitar untuk memperketat penjagaan di malam hari,” jelasnya.

Ketua AMPG Kota Kendari ini meminta pihak kepolisian untuk menghukum seberat-beratnya pelaku apabila sudah ditangkap.

“Kalau ada yang didapat itu pencuri jangan dikasi ampun, harus dihukum seberat-beratnya supaya dia kapok. Karena telah membuat keresahan masyarakat di tengah wabah Covid-19,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...