DPRD Kendari Desak Polda Sultra Tetapkan Tersangka Dugaan KTP Palsu WNA China

3493
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mendesak Polda Sultra untuk segera menetapkan tersangka dugaan pemalsuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga negara China Mister Wang.

Anggota DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Kendari tidak ada data base biometri perekaman KTP terhadap nama Wawan Saputra Razak (Mister Wang).

- Advertisement -

“Saya selaku anggota DPRD Kota Kendari mendesak dan meminta Polda Sultra secepatnya menetapkan tersangka. Siapapun mereka, apakah itu oknum pembuat atau yang memakai KTP palsu harus ditetapkan tersangka dan ditangkap,” tegas LM Rajab Jinik, Minggu 10 Mei 2020.

Menurut Ketua Komisi III ini, bukti saat ini sudah sangat jelas Kepala Disdukcapil Kota Kendari mengakui tidak ada biometrik perekaman KTP atas nama Wawan Saputra Razak
(Mister Wang).

“Ketika Kepala Disdukcapil mengatakan tidak ada, saya kira sudah cukup bukti dan seharusnya sudah ada tersangka karena sudah memenuhi unsur hukum dan sudah ada saksi dan barang bukti jelas,” ungkap Rajab.

Sebenarnya, kata anggota Fraksi Golkar ini, DPRD Kota Kendari sangat mendukung kerja-kerja kepolisian untuk mengungkap kasus kejahatan dokumen negara dalam melindungi identitas negara Republik Indonesia.

“Kami menginginkan adanya tersangka secepatnya. Kalau ini tidak cepat ditemukan tersangka, nanti akan banyak masyarakat luar yang memalsukan KTP di Kota Kendari. Tapi kita tunggu saja kinerja dari kepolisian seperti apa nantinya,” ujar Rajab.

Siapapun jaringan Mister Wang dalam memalsukan KTP, kata Rajab, pihak kepolisian harus menetapkan tersangka, karena ini faktor kesengajaan yang dilakukan dengan memalsukan dokumen negara.

“Kasian masyarakat Kota Kendari dituntut memiliki KTP untuk bisa mendapatkan pekerjaan dan apa yang menjadi kebutuhan di Kota Kendari. Tapi orang lain sengaja memalsukan untuk kepentingan bisnis dan individu.
Ini yang tidak benar dan kepolisian harus memikirkan hal ini,” jelasnya.

Ketua AMPG Kota Kendari ini menjelaskan, hal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat, karena Kota Kendari kota jasa. Jangan sampai ini menjadi bagian contoh kecil yang memalsukan dokumen negara dan nantinya orang luar datang ke Kendari dan sengaja memalsukan KTP.

“Kita menjaga masyarakat dan wilayah Kota Kendari. Jangan sampai ini kejadian pertama memalsukan KTP dan mengundang kejadian-kejadian berikutnya, makanya harus ada efek jera sanksi pidana kepada para mafia-mafia pemalsuan dokumen negara yang diberikan kepolisian,” ujarnya.

Apabila tidak ada efek jera, kata Rajab, jangan samapi kejadian ini menjadi hal terulang-ulang, karena orang luar saja sudah berani memalsukan KTP, dan bagaimana dengan masyarakat Sultra terkhusus di Kota Kendari.

“Pasti masyarakat beranggapan WNA saja tidak dipidana memalsukan KTP, apalagi kita masyarakat lokal sendiri.
Jangan sampai ini jadi citra buruk buat kita khususnya di Kota Kendari,” jelasnya.

Sementara Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, terkait dengan dugaan KTP palsu yang dimiliki Wawa Saputra Razak (Mister Wang) diserahkan ke Polda Sultra yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

“Saya perintahkan untuk diproses secara hukum lewat Polda Sultra dugaan pemalsuan KTP dilakukan WNA tersebut,” ujar Sulkarnain.

Pasalnya, kata Sulkarnain, berdasarkan laporan dari Disdukcapil Kota Kendari KTP atas nama Wawan Saputra Razak (Mister Wang) tidak pernah ada dalam data base atau tidak melakukan perekaman boimetrik.

“Yang bersangkutan tidak pernah melakukan perekaman berarti data base yang bersangkutan tidak ada,” jelasnya.

Sebagai langka antisipasi, kata Sulkarnain, pihaknya sudah memerintahkan Inspektorat Kota Kendari untuk melakukan pengecekan internal, karena jangan sampai ada jalur-jalur yang tidak dipahami yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu.

“Masih dalam investigasi. Saya sudah perintahkan Inspektorat kalau sampai ditemukan ada oknum ASN maupu non ASN yang bekerja sama dengan yang bersangkutan untuk mendapatkan KTP dan KK dugaan palsu ini kita akan berikan tindakan dan sanksi tegas kepada oknum yang bekerja sama,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sultra Ali Mazi meminta kepolisian menangkap warga negara asing asal China bernama Mister Wang yang diduga memalsukan KTP di Kota Kendari.

“Kalau menggunaka KTP palsu, polisi hari menangkapnya dan diproses secara hukum,” tegas Ali Mazi belum lama ini.

Menurut orang nomor satu di Sultra ini, siapapun yang sengaja memalsukan KTP baik warag negara asing atau warga negara indonesia itu tidak benar.

“Siapa pun yang memalsukan KTP tidak betul, karena ini merupakan pemalsuan identitas. Nantinya tanya yang berwajib,” tutupnya.

Untuk diketahui, Mister Wang memiliki KTP Kota Kendari atas nama Wawan Saputra Razak, lahir Shanxi 13-07-1964, alamat Jalan Saosao Kelurahan Bende Kecamatan Kadia, pekerjaan wiraswata. KTP tersebut diterbitkan 25 Februari 2020.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...