DPRD Butur Minta Lelang Proyek di BPBD Diulang

1769
 

Buranga, Inilahsultra.com – Lelang proyek rekonstruksi bangunan pengaman pantai di Desa Lanosangia Kabupaten Buton Utara pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebaiknya dilakukan lelang ulang. Pasalnya, lelang proyek senilai Rp 2,3 Miliar tersebut diduga telah melanggar aturan.

Wakil Ketua DPRD Butur Ahmad Afif Darvin mengakui, persoalan itu telah dilaporkan secara lisan ke DPRD Butur.

- Advertisement -

“Kemarin secara lisan rekanan itu sudah melakukan pengaduan. Tapi saya sampaikan agar laporannya dibuat secara tertulis. Agar institusi DPRD sebagai pengawas bisa menyikapi dan disertakan dengan dokumen-dokumen,” kata Ketua DPC PDIP Butur ini saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 20 Mei 2020.

Afif menyadari, kelalaian yang dilakukan panitia lelang dengan tidak menampilkan volume pekerjaan adalah sebuah kesalahan yang bisa merugikan pihak rekanan. Pasalnya, volume tersebut merupakan kewajiban ditayangkan agar rekanan bisa mengajukan penawaran.

Apalagi, lanjut Afif, BPBD dan UKPBJ sudah mengakui volume pekerjaan tidak ditayangkan.

“Ini kita serahkan secara teknis kepada BPBD dan UKPBJ. Tapi hasil konsultasi juga kepada pihak yang memahami persoalan lelang ini, volume ini wajib ditayangkan sebagai acuan bagi rekanan untuk melakukan penawaran,” terangnya.

Afif berharap, UKPBJ dan BPBD tetap melaksanakan proses lelang sesuai aturan yang berlaku. Para pihak jangan ada yang melanggar aturan. Sehingga para rekanan tidak dirugikan.

“Kalau kondisinya sudah tidak sesuai aturan harus dibatalkan. Ini kewenangan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Jangan proses ini seolah-olah melahirkan sebuah kongkalingkong. Kita tidak inginkan itu,” tandasnya.

Afif mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut. Sehingga bila Pokja dalam hal ini UKPBJ ngotot meneruskan proses lelang, maka terpulang kepada PPK. Apakah akan meneruskan atau membatalkan proses tersebut.

“Kita sangat sesalkan jangan sampai ini masuk ke ranah hukum. Karena saya juga sudah dengar dari para rekanan ini yang datang melapor bahwa mereka juga sudah lakukan pelaporan ke Polres Butur,” ujarnya.

Sehingga, Afif meminta kepada Polres Butur agar melakukan langkah-langkah sesuai kewenangannya.

“Saya harapkan kalau memang seperti ini modelnya kembalikan ke aturan dan saya berharap dilelang ulang,” tuturnya.

Sebelumnya, Humas CV Lintas Dirgantara Zardoni mengatakan, akibat tidak ditampilkannya volume dalam pengumuman lelang, pihaknya gagal memasukan penawaran. Padahal mereka sudah mendaftar pada paket proyek tersebut.

“Kita mau menawar pakai apa kalau volume tidak ditampilkan,” ujarnya.

Sehingga, atas kelalaian panitia lelang tersebut, Zardoni meminta agar proses lelang proyek tersebut dibatalkan dan dilakukan lelang ulang.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...