Gagal Berangkat, Jemaah Calon Haji Bisa Ajukan Penarikan Uang Pelunasan

206
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sebanyak 2019 Jemaah Calon Haji Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) batal berangkat haji tahun 2020.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, Feesal Musaad mengatakan, pembatalan ibadah haji berdasarkan arahan dari pemerintah pusat mengeluarkan Keputusan Menteri Agama RI No 494 Tahun 2020 tentang Pembebasan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H / 2020 M.

- Advertisement -

Kepada seluruh jemaah, lanjut dia, untuk bersabar dan ikhlas, karena pembatalan haji yang dilakukan oleh pemerintah pusat telah melalui pertimbangan dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan bersama, mengingat saat ini masyarakat tengah diperhadapkan dengan pandemi Covid-19.

“Bagi jemaah yang telah punya niat untuk menunaikan ibadah haji tetap bersabar. Mari kita berdoa semoga tahun 2021 mendatang sudah ada izin pelaksanaan ibadah haji dari pemerintah,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, bagi jemaah yang sudah melakukan biaya pelunasan ibadah haji tahun ini, dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan.

“Jemaah bisa mengambil kembali biaya pelunasan ibadah haji harus mengajukan permohonan setoran pelunasan sebagai bukti,” jelasnya.

Pengajuan permohonan tersebut, ia menjelaskan, jemaah harus melampirkan bukti asli setoran
biaya pelunasan ibadah haji
yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran Biaya Pelunasan Ibadah Haji, berupa fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jemaah haji bersangkutan dan memperlihatkan aslinya, fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

“Setelah syarat di atas dipenuhi oleh jemaah, maka permohonan jemaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi oleh Kepala Seksi yang membidangi urusan Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) pada Kantor Kemenag Kabupaten/Kota,” jelasnya.

“Apabila dokumen dinyatakan lengkap dan sah, Kasi Haji akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan biaya pelunasan ibadah haji pada aplikasi Siskohat,” tambahnya.

Untuk tahapan selanjutnya, Kepala Kantor Kemenag Kabupate/Kota mengajukan permohonan pembatalan setoran biaya pelunasan ibadah haji
secara tertulis dan dikirimkan secara elektronik kepada Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dengan tembusan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sultra.

“Tapi sampai saat ini, belum ada laporan jemaah yang mengajukan permohonan pengambilan setoran biaya pelunasan ibadah haji,” jelasnya.

Kendati demikian, ia menambahkan, jemaah telah mengambil setoran pelunasannya, jemaah tidak kehilangan statusnya sebagai jemaah calon haji yang akan berangkat pada tahun 2021 mendatang.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...