Pintu Gerbang Perbatasan Kabupaten Buteng-Muna Mulai Dibangun

1292
 

Labungkari, Inilahsultra.com – Pintu gerbang perbatasan Kabupaten Muna dan Buton Tengah (Buteng) di Desa Lakapera kini mulai dibangun.

Bupati Buteng H Samahuddin dan Kepala Dinas Cipta Karya Provinsi Sultra meninjau lokasi masuk ke Negeri Seribu Gua itu, Rabu 24 Juni 2020.

- Advertisement -

Kadis Cipta Karya Provinsi Sultra Fahri mengatakan, pembangunan pintu gerbang tersebut sudah bisa di kerjakan. Namun untuk pekerjaannya sendiri akan dilaksanakan dua tahap.

“Kita akan kerjakan secara bertahap. Pekerjaan awal ini dianggarkan dalam APBD Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar kurang lebih Rp 1 Miliiar,” ungkap Fahri saat ditemui di lokasi tempat pembangunan pintu gerbang di Desa Lakapera Kabupaten Buteng.

Dia menambahkan, desain pintu gerbang itu nantinya akan sama dengan desain pintu gerbang yang ada di Desa One Waara Kabupaten Buteng.

“Untuk memperindah penataan pintu gerbang kita butuh luas lahan sebesar 30 meter termasuk disitu landscape lighting dan dua ruas jalan,” bebernya.

Pihaknya menargetkan pembangunan pintu gerbang tersebut bisa diselesaikan akhir tahun 2020.

“Mudah-mudahan tahap pertama cepat selesai kita lanjut di perubahan anggaran untuk tahap keduannya,” terangnya.

Bupati Buteng H Samahuddin mengatakan, untuk persoalan lahan pembangunan pintu gerbang sudah diselesaikan. Masyarakat sekitar pembangunan pintu gerbang mengikhlaskan lahannya sebagian untuk pembuatan ikon pintu masuk Buteng dari Kabupaten Muna itu.

“Saya sudah komunikasikan dengan masyarakat, yang penting permintaan mereka terkait drainase bisa terpenuhi,” bebernya.

Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang bisa memperhatikan pembangunan Buton Tengah yang berkah.

Terkait dengan bergesernya pembangunan pintu gerbang dari tapal batas antara Kabupaten Buteng dan Muna pihaknya mengaku banyak pertimbangan. Salah satunya banyak rumah warga yang ada di titik tapal batas perbatasan Buteng dan Muna.

“Banyak rumah warga disana, kalau jarak seratus meter dari tapal batas ke pintu gerbang masih masuk wilayah kita itu tidak ada masalah,” tutupnya.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...