Massa Demo Kantor Imigrasi Bakar Keranda Mayat dan Salat Jenazah

343
 

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Pemuda Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bergerak (PPMSB) menggelar unjuk rasa di depan kantor Imigrasi Kelas IA Kendari. Massa juga membawa keranda mayat dan menggelar salat jenazah serta membakar keranda mayat.

Aksi puluhan mahasiswa ini, Senin 29 Juni 2020 sekira pukul 10.00 WITa, karena melihat konstalasi sosial masyarakat Provinsi Sultra yang melalui kebijakan Forkopimda Sultra terkait persetujuan kedatangan 500 TKA China untuk dipekerjakan di PT VDNI dan PT OSS yang berlokasi di Morosi, Konawe.

- Advertisement -

Jenderal Lapangan Awal Rafiul menganggap hal ini sangat kontroversi. sebab, beberapa instansi terkait yang memiliki kewenangan dalam menangani kedatangan 500 TKA tersebut tidak mempertimbangkan situasi daerah yang masih berstatus pandemi virus corona.

“Salah satunya adalah kantor lmigrasi Kelas 1A Kendari yang memiliki domain mengenai hal itu. Mengingat pernyataan kepala lmigrasi Kelas 1A kendari yang dianggap tidak konsisten saat beberapa bulan lalu menyampaikan kepada pubik akan memulangkan 49 TKA China dan hal itu tidak adanya transparansi tentang informasi,” ucap Awal dalam orasinya.

Kemudian, sambung Awal, pada 24 Juni 2020, saat massa aksi PPMSB bergerak melakukan aksi demonstrasi di Kantor lmigrasi yang kemudian menyepakati sebuah ultimatum disertai tanda tangan di atas materai 6000 bahwa kepala lmigrasi Kendari akan mengundurkan diri dari jabatannya jika TKA China kluster ke dua datang.

“Pernyataan tersebut telah diklarifikasi kembali oleh kepala Imigrasi bahwa itu tidak resmi, dengan beralasan tidak disepakatinya oleh pihak rekan-rekan PPMSB dalam menandatangani pernyataan tersebut,” bebernya.

Sehingga, menurut Awal, sikap Kepala Imigrasi terkesan melanggar hukum pembohongan publik sementara yang ditandatanganinya itu berkekuatan hukum di atas materai.

“Padahal pernyataan tersebut sangat jelas yang kemudian disepakati perwakilan PPMSB dan Kepala lmigrasi dalam mendatangani pernyataan itu sebagaimana terlampir dalam media. Untuk itu, kami meminta kepada Kepala lmigrasi Kendari untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya yang bertanda tangan di atas materai 6000 bahwa siap mengundurkan diri dari jabatannya yang ternilai melanggar regulasi sebagaimana dalam UU ITE tahun 2008 dan UU ITE No 19 tahun 2016 dalam menyampaikan kebohongan publik,” jelasnya.

Senada dengan itu, Koordinasi Lapangan, Ikhsan menuturkan, isu yang beredar bahwa kedatangan TKA China kluster ke dua akan tiba tanggal 30 juni 2020 besok, sehingga diduga tidak ada upaya instansi imigrasi untuk mencegah itu.

“Kami mendesak Kepala lmigrasi untuk segera memundurkan diri dari jabatannya, karena dianggap tidak konsisten atas perbuatan yang dia lakukan,” terangnya.

Selain itu, meminta Kepala lmigrasi untuk melibatkan PPMSB secara kelembagaan untuk memastikan apakah TKA China yang datang kluster pertama tersebut benar-benar tenaga ahli, sesuai prosedur hukum, dan administrasi peraturan keimigrasian.

Untuk diketahui, puluhan massa aksi berorasi dengan membakar ban bekas didepan pagar Kantor Imigrasi. Puluhan aparat kepolisian yang sedang berjaga mencoba memadamkan api, tetapi mendapat perlawanan dari massa aksi.

Kemudian, massa aksi melakukan salat Jenazah dan dilanjutkan dengan pembakaran keranda mayat. Hingga saat ini, massa aksi masih berorasi di depan kantor Imigrasi.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...