Warga Bombana Minta Dua Tambang Emas Diduga Tak Berizin Dihentikan

1817
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dua perusahaan tambang yang beroperasi di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga tidak mengantongi izin.

Dua perusahaan tambang emas tersebut, yakni PT Panca Logam Nusantara (PLN) dan PT Anugrah Alam Buana Indonesia (AABI) diduga tak memiliki izin, namun tetap melakukan aktivitas pertambangan di hutan produksi.

- Advertisement -

Belum lama ini Forum Mahasiswa Bombana Bersatu (FMBB) dan Institut Demokrasi dan Sosial Indonesia (IDI-SI) melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Bombana dengan tuntutan dua perusahaan tersebut harus dihentikan aktivitasnya.

Ketua FMBB Jamal Basri mengatakan, sangat menyayangkan kekayaan alam di Bumi Bombana dikelola secara illegal. Akibat aktifitas dua perusahaan tambang emas ini diduga merusak lingkungan sekitar.

“Dua perusahaan ini belum memperpanjang izin untuk beroperasi, tapi aktivitas mereka masih berlangsung sampai sekarang. Aktivitas perusahaan-perusahaan ini merusak lingkungan,” kata Jamal Basri saat di temui di Kendari, Rabu malam 1 Juni 2020.

Sayangnya, kata Jamal Basri, dua perusahaan ini meski diduga tidak memiliki izin, dinilai biasa oleh aparat penegak hukum di Kabupaten Bombana. Sejak 2019 hingga saat ini perusahaan tersebut masih beroprasi dan menguruk kekayaan alam Bombana dengan cara kasar tanpa memikirkan dampak lingkungannya.

“Aparat hukum seolah-olah tidak tahu atau hanya pura-pura tidak tahu, karena ini jelas-jelas aktivitas peruhaan itu melawan hukum dan dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IDI-SI Multazam, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Bombana mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas dua perusahaan tambang itu, yang diduga tidak memiliki izi untuk beroperasi.

“Jelas-jelas perusahaan ini melanggar regulasi yang ada, karena tidak memiliki izin. Pemda dan pengambil kebijakan lainnya membiarkan dua perusahaan ini tetap beroperasi sampai saat in,” jelasnya.

“Hasil investigasi kami di lapangan perusahaan ini masih beroperasi dan banyak aktifitas di dalamnya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Penanaman Mondal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Masmuddin saat ditemui di kantornya belum lamai ini mengaku, ada tiga perusahaan tambang emas yang beroperasi di Bombana.

Pertama PT. Panca Logam Makmur (PLM) sudah melakukan perpanjangan izin, sementara PT Panca Logam Nusantara (PLN) dan PT Anugrah Alam Buana Indonesia (AABI) tidak memiliki, karena sudah berakhir sejak Januari tahun 2020.

“Dua perusahaan ini PT PLN dan PT AABI tidak boleh melakukan aktivitas produksi karena belum ada perpanjangan izinnya dari PTSP Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Harusnya, kata Masmuddin, PT PLN dan PT AABI harus bertanggung jawab, karena melakukan aktivitas tanpa ada perpanjangan izin dari pemerntah.

“Seharusnya kedua perusahaan ini sudah tidak bisa lagi beroperasi, nanti keluar surat izin perpanjangan baru bisa kembali beraktivitas lagi,” tegasnya.

Masmuddin mengaku, PM-PTSP tidak berhak mengajukan surat penghentian aktivitas, karena itu merupakan kewenangan Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra.

“Itu bukan tugas kami, tapi tugas Dinas ESDM yang menyurati mereka. Sedangkan untuk mengeluarkan izin harus ada rekomendasi surat dari ESDM, baru bisa kami keluarkan izin,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Panca Logam Nusantara (PLM), Muh Rezky Arkanuddin menjelaskan, untuk PT Panca Logam Makmur bekerja berdasarkan izin legalitasnya jelas, ada perpanjangan izin usaha pertambangan (IUP) dari PTSP Provinsi Sultra, atas nama Gubernur pada tanggal 23 Oktober 2019.

“Kami juga sudah pengesahan KTT dan persetujuan RKAB dari Dinas ESDM Provinsi Sultra, dan sejak hari ini kami melakukan aktivitas pertambangan,” jelsnya.

Sementara itu, lanjut dia, untuk PT Anugrah Alam Buana Indonesia (AABI) IUP-nya masih aktif dan berakhir pada tahun depan Januari 2021.

“Saat ini kegiatan kami ada dua PT yaitu PT. Panca Logam Makmur dan PT Anugrah Alam Buana Indonesia, karena IUP-nya masih aktif,” jelasnya.

Kemudian, untuk PT Panca Logam Nusantara (PLN) izinya sudah berakhir dan saat ini tidak memiliki izin serta sudah tidak ada kegiatan.

“Untuk PT Panca Logam Nusantara sudah berakhir kemarin IUP-nya sampai saat ini kita tidak ada kegiatan, dan kami sudah bersurat resmi ke Polres untuk melakukan penindakan ketika ada oknum-oknum melakukan kegiatan,” jelasnya.

Berhubung tahun depan PT Anugrah Alam Buana Indonesia akan berakhir izinya, maka saat ini pihaknya sedang melakukan prose perpanjangan Izin bersama PT Panca Logam Nusantara.

“Saat ini, kami masih proses perpanjangan IUP-nya untuk kedua perusahaan ini, yang jelasnya saat ini satu saja perusahaan yang mati izinnya,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...