Keluarga Kecewa Polisi Lepas Tersangka Pencabulan Anak di Wawonii

391
 

Kendari, Inilahsutra.com Keluarga korban pencabulan anak di bawah umur menyayangkan perlakuan istimewa (penagguhan) terhadap tersangka TM (32), kasus pencabulan di Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Sebelumnya, kasus ini ditangani Polsek Wawonii. Namun diambil alih oleh Polres Kendari. Awalnya, tersangka bebas berkeliaran dan akhirnya ditangkap oleh Polres Kendari, Sabtu 1 Agustus 2020. Tersangka lalu dijebloskan ke sel tahanan Polres Kendari.

- Advertisement -

Selang beberapa hari kemudian, Jumat 7 Agustus 2020 sekira pukul 19.30 WITa, keluarga korban, Rusmin, melihat tersangka turun dari Kapal Feri Kendari-Wawonii, tepatnya di Pelabuhan Langara dan sempat menegur teman keluarga korban yang saat berada di pelabuhan.

“Saya kaget juga, kenapa dia tidak ditahan. Saya lihat jelas, pas turun dari kapal feri. Bahkan, sempat menegur teman saya yang ada di sampingku,” ujar Rusmin saat ditemui di Kendari, Minggu 9 Agustus 2020.

Menurutnya, terduga pelaku pulang ke rumahnya di Desa Langara Bajo, Kecamatan Wawonii Barat. Hal itu juga dilihat oleh keluarga korban lainnya.

Sementara itu, kerabat korban lainnya, Jusdan (32) mengatakan, keluarga merasa kecewa dan geram. Hanya saja, ia mencoba meredam agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya berusaha menenangkan amarah keluarga. Tetapi jika pihak kepolisian mengabaikan kasus ini, akan menimbulkan dampak besar. Karena tidak menutup kemungkinan, keluarga korban melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Jusdan melanjutkan, saat ini pihak keluarga masih menahan diri dan berharap pihak kepolisian memproses kasus ini sesuai undang-undang yang berlaku.

Senada dengan itu, pengacara korban, Suiki SH menyayangkan adanya penangguhan itu. Namun, Suiki mengaku, tidak bisa mengintervensi soal penangguhan tersebut karena hak tersangka dan merupakan kewenangan penyidik.

“Kami menyayangkan, harusnya penyidik mempertimbangkan. Kira-kira siapa yang bisa menjamin kalau tersangka ini melarikan diri, apalagi Wawonii-Kendari jaraknya jauh,” jelasnya.

Kemudian, tidak menutup kemungkinan tersangka akan mengulangi perbuatannya.

“Intinya kami sangat menyayangkan. Kasus ini bukan tindak pidana biasa, karena berkaitan anak di bawah umur harusnya dilindungi. Apalagi kasusnya ini Unit PPA Polres Kendari yang tangani. Kalau seperti ini keadaannya, dimana letak perlindungan terhadap perempuan dan anak yang menjadi filosofi unit PPA,” imbuhnya.

Konfirmasi terpisah, Kepala Satuan Resere dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kendari AKP Muhammad Sofwan Rosyidi membenarkan penangguhan terhadap tersangka.

“Diberi penagguhan karena tersangka koperatif,” singkatnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...