Tak Dapat Pintu Partai dan Gagal Maju Pilkada Muna, Syarifuddin Udu Minta Maaf

3304
 

Kendari, Inilahsultra.com – Syarifuddin Udu gagal maju Pilkada Muna setelah tidak memenuhi jumlah kursi partai yang mengusungnya.

Karena gagal, mantan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri ini menyampaikan permohonan maaf kepada pendukungnya.

- Advertisement -

Syarifuddin Udu awalnya digadang-gadang sebagai lawan petahana di Kabupaten Muna dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang setelah memperoleh rekomendasi Partai Hanura sebanyak lima kursi.

Ia butuh satu kursi lagi mencukupi syarat minimal enam kursi untuk maju Pilkada Muna. Namun, PAN yang dibidiknya malah direbut oleh LM Rajiun Tumada-La Pili.

Atas gagalnya maju Pilkada Muna, Syarifuddin Udu menyampaikan permohonan maaf melalui surat pernyataan.

Berikut surat pernyataan permohonan maaf yang ditandatangani langsung Syarifuddin Udu di Jakarta 4 September 2020.

Assalamu’alaikum wr.wb.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Pada kesempatan ini, saya sampaikan permohonan maaf kepada para orang tua, kakak-kakak dan adik-adik serta seluruh simpatisan dan keluarga. Saya mohon maaf karena belum berkesempatan untuk maju sebagai calon bupati pada Pilkada Muna 2020.

Adalah suatu kehormatan bagi saya ketika kalian sebagai bagian dari masyarakat Muna, beberapa bulan ini telah berjuang untuk mensosialisasikan pasangan SU-HP ditengah masyarakat. Saya tahu betapa kecewanya kalian, dan kekecewaan itu saya merasakan juga.

Olehnya itu, tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada kalian semua para orang tua, kakak, adik, keluarga, tim relawan, sahabat komunitas, aktivis serta berbagai pihak yang selama ini telah melakukan sosialisasi di masyarakat untuk pasangan SU-HP serta sering berkumpul bersama mendiskusikan tentang Muna ke depan yang lebih baik.

Memang kondisi yang kita alami saat ini tidak nyaman, mohon jangan pernah berhenti berjuang untuk sesuatu yang benar dan layak untuk diperjuangkan bagi kepentingan masyarakat yang lebih luas.

Kita harus menerima realitas yang ada pada saat bahwa pada saat nanti, salah satu diantara pasangan Rusman Emba-Bahrun La Buta dan pasangan Rajiun Tumada-La Pili yang maju pada Pilkada Muna 2020 akan menjadi Bupati Muna periode 2021-2025.

Tentunya pertarungan pencalonan bupati bukanlah untuk kepentingan pribadi, tapi demi kepentingan masyarakat. Dengan berhentinya langkah saya untuk maju pada Pilkada Muna 2020, maka untuk menentukan pilihan diantara pasangan calon bupati yang maju pada Pilkada 2020 tesebut, sepenuhnya saya serahkan sesuai dengan pilihan masing-masing.

Masyarakat Muna harus berbesar hati bahwa siapapun Bupati Muna yang terpilih pada 9 Desember 2020. Kita harus menerima sebagai bupati bagi seluruh masyarakat Muna.

Kesempatan ini juga saya memohon izin untuk kembali mengabdi di Kementerian Dalam Negeri sebagaimana biasa karena status saya masih sebagai ASN dalam hal ini sebagai Dosen pada Institusi Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Selanjutnya, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Partai Hanura yang secara konsisten telah mendukung pasangan SU-HP sampai menit terakhir, yang menurut saya adalah sebagai bentuk komitmen Partai Hanura dalam memperjuangkan sebuah idealisme bagi kepentingan masyarakat.

Akhirnya saya mengucapkan selamat kepada pasangan Rusman Emba-Bahrun La Buta, dan pasangan Rajiun Tumada-La Pili untuk mengikuti seluruh tahapan Pilkada Muna 2020 dalam suasana yang damai, dengan menawarkan program unggulan masing-masing untuk kesejahteraan masyarakat Muna. Wassalam’alaikum wr.wb.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4
Komentar
loading...