Rumah Kampung Bakau Gandeng Universitas Muhamadiyah Kendari Lestarikan Mangrove

650
 

Kendari, Inilahsultra.com Rumah Makan Kampung Bakau melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Muhamadiyah Kendari (UMK) Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat 2 Oktober 2020.

Perjanjian kerja sama untuk penggunaan lahan sebagai taman edukasi dan pengelolaan pusat studi serta melestarikan Mangrove yang ada di Rumah Makan Kampung Bakau.

- Advertisement -

Owner Kampong Bakau, Irmawati menjelaskan, kerja sama ini sebagai bentuk dan komitmen Kampung Bakau ingin menjaga, melestarikan dan mengelola lingkungan mangrove yang ada di tempat tersebut.

“Kami menilai mereka yang paham tanaman apa yang bagus untuk kelestarian lingkungan, terutama
dalam edukasi dan pengelolaan mangrove untuk dilestarikan,” kata Irmawati saat memberikan sambutan dalam acara MoU.

Irmawati menyampaikan, jika ada yang beranggapan bahwa keberadaan Kampung Bakau dapat merusak lingkungan mangrove itu tidak benar.

“Saya dari awal membangun usaha ini untuk melestarikan lingkungan mangrove. Apalagi rumah makannya merupakan salah satu wisata kuliner yang diminati di Kota Kendari,” ungkapnya.

Sementara itu Rektor Universitas
Muhamadiyah Kendari (UMK),
Amir Mahmud mengucapkan apresiasi kepada pemilik Kampung Bakau atas inisiatifnya dan dukungan untuk melestarikan lingkungan mangrove.

“Kita akan memanfaatkan kerja sama ini bukan hanya tempat wisata, tetapi sebagai tempat pendidikan. Misalnya, mahasiswa untuk mengetahui macam-macam hutan bakau, mereka tinggal berkunjung di Kampung Bakau,” katanya.

Ia berharap, dengan terjalinnya kerja sama dengan Kampung Bakau bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga Mangrove bisa dikelola dengan baik.

“Yang harus kita tau menaman pohon mangrove itu harus ditempat berlumpur, kalau ti tempat lain tidak akam tumbuh subur bahkan bisa mati bakaunya,” jelasnya.

Ia membeberkan, Mangrove sangat berguna bagi kehidupan masyarakat terutama di wilayah pesisir dan memiliki kemampuan untuk mencegah abrasi.

“Kalau kita biarkan begitu saja tanpa ada pencegahan dan tidak menjaga dan mengelola mangrove dengan baik bisa berdampak pada penyusutan area pantai,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...