Mencetak Manusia Unggul untuk Kemajuan Buton Tengah

1483
 

Labungkari, Inilahsultra.com – Program pendidikan menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng). Sehingga daerah berjargon Negeri Seribu Gua ini terus berkomitmen mewujudkan pendidikan yang baik.

Bupati Buteng H. Samahuddin mengatakan, mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul salah satunya bisa diwujudkan melalui pendidikan. Sehingga kelak akan bermanfaat bagi praktik-praktik pembangunan multisektor jangka panjang menuju Buton Tengah yang BERKAH.

- Advertisement -

Buton Tengah dibawah kepemimpinan H Samahuddin sebagai bupati definitif pertama, sangat fokus melakukan peningkatan kualitas SDM.

Misalnya melalui program Beasiswa Samatau yang menjadi salah satu pendobrak yang terus digalakkan pemerintah daerah saat ini. Pemkab Buteng menyiapkan anggaran program beasiswa senilai Rp 750 juta pada tahun 2020.

Bupati Buton Tengah H. Samahuddin meyakini, pembangunan Buton Tengah harus ditunjang dengan SDM yang mumpuni. Sehingga pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat untuk mewujudkan mimpi itu.

“Buteng harus dibangun dengan ilmu, makanya pendidikan menjadi penting. Bagaimana kalau tidak ada pendidikan, mau bangun bagaimana Buton Tengah ini,” ungkap Ketua DPC PDIP ini.

Bupati Buteng Samahuddin berpose bersama mahasiswa KKN asal UGM.

Selain dunia pendidikan, lanjut dia, tidak lupa pula menunjang pembangunan sektor infrastruktur. Mulai dari ruang kelas belajar (RKB), laboratorium baik IPA maupun komputer, dan pagar sekolah untuk kenyamanan belajar siswa. Perbaikan infrastruktur ini mulai dilaksanakan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buteng, Abdullah menambahkan, anggaran Beasiswa Samatau telah disepakati dalam APBD Perubahan tahun 2020. Sebelumnya, anggaran beasiswa sempat dianggarkan pada APBD induk senilai Rp 500 juta.

“Namun karena pergeseran, maka anggaran itu dialihkan. Alhamdulillah di perubahan kita alokasikan kembali,” ungakapnya.

Abdullah merinci, dari total anggaran Rp 750 juta ini dibagi menjadi dua. Masing-masing Rp 300 juta untuk beasiswa berprestasi dan Rp 450 juta untuk beasiswa kurang mampu.

Kata dia, kriteria penerima beasiswa tersebut diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 44 tahun 2019. Beasiswa kurang mampu memiliki persyaratan antara lain warga Buton Tengah yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) asli Buton Tengah.

Calon penerima beasiswa juga harus memiliki kartu mahasiswa dan memiliki basis data warga kurang mampu di Kementerian Sosial (Kemensos) atau surat keterangan kurang mampu dari kelurahan atau desa setempat.

“Sementara untuk beasiswa berprestasi, sama halnya dengan yang kurang mampu harus warga Buton Tengah dibuktikan KTP dan KK, harus memiliki kartu mahasiswa, dan paling penting IPK standar 3,2 serta akreditasi kampus minimal akreditasi B,” jelasnya.

Jenjang penerima beasiswa ini, tambah dia, bergantung permintaan calon penerima. Terbuka untuk tingkatan Strata Satu (S1) hinggga tingkatan Strata Tiga (S3).

“Untuk nominal berapa beasiswa yang akan diberikan tergantung jumlah peminatnya, kalau yang memenuhi syarat jumlahnya kecil, maka nominalnya juga akan besar,” ungkapnya.

Abdullah menambahkan, penerima beasiswa nantinya tidak selamanya akan terus menerima bantuan ini. Program ini akan terus dievaluasi setiap tahun.

“Insya Allah tiap tahun kita berikan beasiswa, tapi setiap tahun juga kita akan evaluasi. Selagi dia masih memenuhi syarat maka kita berikan dan bisa saja penerima tiap tahun berubah, kecuali dengan universitas yang kita sudah kerjasama akan kita berikan beasiswa sampai selesai. Namun hingga sampai saat ini kita belum ada kerjasama dengan universitas manapun,” katanya.

“Ini sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati untuk mencetak generasi dan SDM yang berkualitas untuk membangun Buteng,” tambahnya.

Tidak Ada Alasan Untuk Tindak Memperhatikan Dunia Pendidikan dimasa Pandemi Covid-19

Abdullah

Pandemi Covid-19 saat ini tak menghalangi pembangunan sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) baru maupun rehabilitasi gedung sekolah tetap jalan sesuai visi misi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Buteng Abdullah memastikan hal itu. Kata dia, anggaran sektor pendidikan tidak terkena imbas pengurangan akibat dampak Covid-19.

“Pendidikan tidak terkena imbas sehingga kita tetap jalan,” katanya.

Abdullah menjelaskan, rehabilitasi sekolah di Buteng saat ini terdapat di beberapa titik. Namun yang paling mendesak adalah SMP yang ada di Kecamatan Mawasangka.

“Disana siswanya banyak sementara bangunannya sudah tidak layak. Pembangunan sekolah ini dengan konstruksi dua lantai. Ini sekolah pertama dengan dua lantai di Buteng,” ujarnya.

Rehabilitasi sekolah saat ini, terang dia, dianggarkan senilai Rp 15 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggaran ini dikelola langsung kepala sekolah secara swakelola.

Anggaran ini digunakan untuk rehabilitasi perpustakaan, kantor, RKB, maupun sanitasi.

“Ini tentunya menjadi prioritas, disamping kualitas guru kita tingkatkan, yang paling penting juga itu sarananya supaya siswa belajar dengan nyaman,” imbuhnya.

Saat ini, pemerintah daerah melalui dinas pendidikan tengah membangun komunikasi terkait penambahan DAK tersebut.

“Tinggal daerah saja yang membangun komunikasi untuk melengkapi dokumen yang diperlukan. Karena memang di Buteng ini, kalau persoalan kekurangan RKB sudah tidak terlalu banyak, kekurangan RKB itu hanya di Kecamatan Lombe. Tapi kalau butuh rehab itu banyak sekali, apalagi di Kecamatan Talaga, makanya komunikasi persoalan DAK itu penting mengingat anggaran DAK banyak program rehabilitasi,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membangun kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) melalui Balai Pemukiman dan Perumahan untuk program renovasi sekolah.

Pada tahun 2019 lalu, pihaknya sempat mendapatkan dua kegiatan. Sementara pada tahun 2020 ini, Buteng kembali mendapatkan dua kegiatan dari Kementerian PUPR.

“Tahun 2020 ini kita diberikan dua lokasi. Masing-masing satu di Talaga dan Mawasangka Tengah,” pungkasnya. (ADV)

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...