Usai Bunuh Istri, Pria di Kendari Rekayasa Korban Gantung Diri

989
 

Kendari, inilahsultra.com – Seorang suami di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), insial AMS (38) awalnya beralih bahwa istrinya berinisial ER (27) gantung diri. Namun, ada kejanggalan terkait kematian korban.

Berdasarkan hasil outopsi, kematian korban bukan karena gantung diri melainkan akibat dianiaya. Karena dari hasil autopsi ditemukan luka lebam pada bagian tubuh korban.

- Advertisement -

Adanya kejanggalan itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Baruga melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap misteri kematian warga Tunggala Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua Kota Kendari itu.

Kapolsek Baruga, AKP I Gusti Nyoman Sulastra mengatakan, perkembangan hasil penyelidikan kasus penganiayaan yang terjadi, Jumat, 27 November 2020 kemarin, dimana waktu dilaporkan telah terjadi kejadian gantung diri yang dilaporkan oleh tersangka.

“Itu bukan gantung diri. Gantung diri itu cuma alibi tersangka untuk mengaburkan perbuatannya,” jelas Gusti saat ditemui awak media di Polsek Baruga, Senin, 30 November 2020.

Pihak keluarga korban, sambung Gusti, meminta untuk dilakukan autopsi. Dari hasil outopsi ada kejanggalan. Sehingga unit Reskrim Polsek Baruga melakukan pengembangan. Ternyata, korban meninggal dunia karena benda tumpul (penganiayaan).

“Ternyata benar saja. Dari hasil penyelidikan yang kita lakukan, tersangka mengakui bahwa telah melakukan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia,” bebernya.

Motifnya, masih kata Gusti, berawal dari pertengkaran (cekcok) antara korban dengan tersangka. Saat itu, tersangka pulang ke rumahnya. Di rumahnya, tersangka melihat tiga anaknya sedang bermain di ruang tengah. Sementara korban berada dalam kamar dengan pintu terkunci.

“Tersangka kemudian mengetuk-ngetuk pintu kamar, namun tidak dibuka oleh korban. Lalu tersangka mendobrak pintu dengan paksa, melihat istri sementara main handphone,” jelas Mantan Kasat Narkoba Polres Kendari, Senin, 30 November 2020.

Kemudian, lanjut Gusti, tersangka memarahi dan memukul korban. Lalu tersangka mencekik leher korban dan saat itu tersangka terjatuh. Tersangka emosi, lalu memukul ulu hati sehingga korban pingsan dan tidak sadarkan diri.

“Dari pengakuan tersangka, korban pernah mengeluh dan menyampaikan kepada tersangka bahwa korban lelah mengurus tiga anaknya karena tersangka sibuk dengan pekerjaan sehingga semua dibebankan kepada korban,” jelas Gusti menirukan bahasa tersangka.

Gusti menambahkan, terkait kasus ini, dua saksi telah dilakukan pemeriksaan dan tersangka mengakui perbuatannya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 44 ayat (3) UU No. 23 Tahun 2003 tentang kekerasan dalam rumah tangga dan atau kejahatan terhadap jiwa orang atau Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...