Polisi Sebut, Demo Ricuh di VDNI Morosi Sudah Direncanakan

400
 

Kendari, Inilahsultra.com Aksi demo berujung pengrusakan dan pembakaran di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) sudah terencana. Sebelum aksi dimulai, mereka sudah beberapa kali melakukan pertemuan. Hasilnya sudah direncanakan dan sudah ada pembagian tugas.

Bahkan, ada bukti gambar atau sketsa rencana aksi yang ditulis tangan di atas kertas putih untuk mengisi beberapa titik menyangkut tempat, siapa, berbuat apa di titik yang sudah ditentukan.

- Advertisement -

Hal itu dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kombes Pol Laode Aries El Fathar. Kata Aries, dalam rapat sudah direncanakan pembagian tugas di beberapa titik. Titik pertama di jety PT VDNI dipimpin KS bersama RZ (masih dalam pengejaran).

“Mereka ditugaskan untuk melumpuhkan aktivitas karyawan di jety,” ucap Aries dalam press releasenya di ruang Bidang Humas Polda Sultra, Selasa 22 Desember 2020.

Sambung Mantan Wadir Resnarkoba Polda Sultra ini, titik kedua di sekitar jembatan timbang. Tempat ini adalah salah satu pintu keluar masuk karyawan menuju pabrik dipimpin oleh IR dan LT.

“Tugasnya menutup akses keluar masuk karyawan, dan mengajak karyawan untuk bergabung dalam aksi ujuk rasa,” ujarnya.

Kemudian, titik ketiga lanjut Aries, Pos 3 pintu penghubung PT OSS. Titik ini dipimpin oleh JN dan JNT (masih dalam pengejaran). Di tempat itu bertugas untuk menutup akses keluar masuk karyawan yang sudah selesai kerja dan yang hendak masuk kerja pada malam hari.

“Titik ke empat ada dua titik yang saling berdekatan, pintu utama (Pos Sekuriti) dan  Pasar Cina. Didua tempat itu di pimpin oleh RM, IK, YW, AP dan NA. Pasar Cina adalah jalan poros Kendari-Konawe menuju PT VDNI diblokir dan mengajak seluruh karyawan untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum,” jelasnya.

Lebih Lanjut Aries menurunkan, ada yang di tugaskan khusus dipercayakan kepada AF untuk melakukan atau mengacaukan di dalam PT VDNI. Ia masuk melalui pintu masuk dari PT OSS.

“Mereka membagi tugas ini untuk memecahkan konsentrasi kepolisian, sehingga siapa yang akan menuju ke PT VDNI tidak akan tembus,” imbuhnya.

Masih kata Aries, saat hari dimulainya aksi unjuk rasa, Senin 14 Desember 2020, terbukti dari pagi titik yang sudah ditempati sudah dikontrol dengan baik oleh RM. RM ini  memberikan aba-aba kepada seluruh yang berada di titik-titik menunggu komando darinya.

“Berapa karyawan yang selesai bekerja akhirnya tergabung dalam kelompok aksi ini, karena ada ancaman-ancaman, sehingga terlihat massa sangat besar,” tambahnya.

Tuntutan massa aksi, mendesak pihak perusahaan agar karyawan kontrak yang sudah bekerja lebih dari 36 bulan diangkat menjadi karyawan tetap. Selain itu, menuntut kenaikan upah bagi pekerja atau buruh yang sudah lebih dari satu tahun.

“Dua tuntutan hanya menjadi pintu pembuka untuk bisa menarik massa, tapi sesungguhnya rencana mereka ingin membuat keributan,” tuturnya.

Sehingga terjadi pengrusakan dan pembakaran, lanjut Aries, bukti-bukti dan alat bukti berupa vidio, audio dan rekaman  sudah kumpulkan. Ada suara rekaman berbunyi “Besok Akan Tercatat Sejarah”.

Aries menambahkan, sepekan melakukan penyelidikan dan penyidikan 12 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Terdiri dari 9 (Korlap) yang melakukan penghasutan untuk membuat kejahatan dan  3 tersangka adalah kelompok barisan sakit hati karena ada dikeluarkan dan ingin mengambil posisi kerja di PT VDNI dan mereka juga melakukan penghasutan dan eksekutor di lapangan.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, kemungkinan masih ada tersangka lain. 12 orang sudah kami tangkap, tersangka lain masih dalam pengejaran,” pungkasnya.

Diakhir wawancara, Aries bilang, sejumlah fasilitas yang dibakar 4 tronton trailer rusak berat, Dump Truk 54 unit,  9 roda empat terbakar, 18 roda dua terbakar, alat berat eksavator 17 unit, 9 unit loader, 4 unit crane terbakar, workshop dan bangunan lain 10 terbakar dan rusak parah.

Dari kejadian ini, kerugian ditaksir sekitar Rp200 miliar.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...