Ridwan Bae : Setelah Jembatan Muna-Buton, Menyusul Konsel-Muna

7809
 

Kendari, Inilahsultra.com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ridwan Bae menyebut, jembatan Muna-Buton telah masuk proyek pembiayaan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) pada 2021.

“Jadi Jembatan Buton-Muna ini masuk penawaran pada kuartal IV. Jika ada badan usaha yang tertarik, maka skema pengerjaannya dalam bentuk KPBU. Tapi jika tidak, maka akan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah,” kata Ridwan Bae, Senin 4 Januari 2021.

- Advertisement -

Ridwan melanjutkan, selain Jembatan Buton-Muna, di Sultra juga tengah direncanakan pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Kendari yang berada di Konawe Selatan dan daratan Muna.

“Jadi nanti menyusul Jembatan Konsel-Muna. Dua jembatan ini masuk program di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tapi yang didahulukan itu jembatan Buton-Muna dulu,” jelasnya.

Ridwan mengaku, sebagai wakil rakyat di senayan, dirinya akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Sultra, baik terkait infrastruktur maupun kebutuhan dasar lainnya.

“Jadi, ada juga rencana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Sulawesi Selatan dan Sultra,” katanya.

Mantan Bupati Muna dua periode ini menjelaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan Indonesia bagian barat.

“Untuk itu, menjadi tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat Sultra di senayan untuk memperjuangkan kebutuhan infrastruktur di bagian timur, terlebih di daerah pemilihan saya di Sultra,” tuturnya.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Kementerian PUPR akan menawarkan sejumlah proyek pembangunan tol dan jembatan dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp262,27 triliun pada tahun ini. Penawaran proyek melalui skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penawaran proyek akan dilakukan pada kuartal I, kuartal III, dan kuartal IV 2021. Pada kuartal I, proyek yang ditawarkan mencapai Rp117,3 triliun.

Terdiri dari jalan Tol Mamminasata, Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg, Tol Semanan-Balaraja, Tol Bogor-Serpong via Parung, Tol Sentul Selatan-Karawang Barat, Tol Semarang Harbour (Semarang-Kendal), dan Tol Gilimanuk-Mengwi. Lalu, jalan akses ke Pelabuhan Patimban serta Jembatan Batam-Bintan.

Kemudian, pemerintah akan menawarkan KPBU untuk proyek jalan Tol Layang Dalam Kota Cikunir-Karawaci dan Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami pada kuartal III. Begitu juga, dengan proyek pemeliharaan Jembatan Suramadu di Jawa Timur.

“Untuk bidang jalan dan jembatan, ada dua, yakni jalan tol dan jalan nontol. Jalan tol kita banyak sekali yang sedang diproses,” ungkap Basuki seperti dikutip dari Antara, Senin (14/12).

Total estimasinya, ketiga proyek ini bernilai Rp48,37 triliun. Selanjutnya, pada kuartal IV 2021 akan ditawarkan proyek dengan nilai investasi mencapai Rp96,6 triliun.

Proyeknya, yaitu jalan Tol Cilacap-Yogyakarta, Tol Demak-Tuban, Tol Jember-Lumajang, Tol Ngawi-Bojonegoro-Babat, Tol Jember-Situbondo.

Kemudian, Tol Tulungagung-Kepanjen, dan Tol Samarinda-Bontang. Terakhir berupa proyek Jembatan Tanah Bumbu-Pulau Laut dan Jembatan Muna-Buton.

Sebelum itu, Ridwan juga turut memperjuangkan anggaran pembangunan jembatan Teluk Kendari yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Bukan tidak mungkin, pembangunan jembatan Muna-Buton bisa terealisasi secepatnya, termasuk jembatan Konsel-Muna.

Penulis : Iqra

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Komentar
loading...