Selama Pandemi, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Kendari Meningkat

Ilustrasi kekerasan kepada anak. (Istimewa)

Kendari, Inilahsultra.com – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami peningkatan selama di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Kendari, pada tahun 2019 terdapat 28 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 34,56 persen dengan jumlah 48 kasus kekerasan perempuan dan anak.

Adapun bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi yaitu kekerasan fisik 22 kasus, pelecehan seksual 16 kasus, psikis 11 kasus, penelantaran 6 kasus dan aduan lainnya 1 kasus.

-Advertisement-

“Atas kasus yang ada kita serakan kepada pihak yang berwajib untuk menyelesaikannya,” kata Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, Senin 31 Mei 2021.

Orang nomor satu di Kota Kendari ini menjelaskan, terjadinya peningkatan terhadap perempuan dan anak diakibatkan wabah Covid-19 yang sangat mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, sehingga berdampak pada kehidupan sosial.

“Saya sudah intruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak selalu merespon aduan masyarakat. Yang paling penting tetap membangun sinergi dengan Tim Pengerak PKK untuk melakukan upaya pencegahan kekerasan dalam keluarga,” ujarnya.

Saat ini, kata Sulkarnain, pemerintah kota fokus pada pemulihan ekonomi untuk memperbaiki perekonomian masyarakat, yang bisa menekan angka kekerasan di lingkungan keluarga.

“Kami terus berupaya terus melakukan pemulihan ekonomi agar bisa sejahtera atau minimal kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” tutupnya.

Plt Kepala DPPPA Kota Kendari, Andi Dadjeng menjelaskan, pihaknya terus berupaya menerus mencegah kekerasan perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kota Kendari. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membentuk satuan gugus tugas (Satgas).

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak serta TPPO seperti fenomena gunung es. Kasus yang tidak dilaporkan lebih besar dari pada kasus yang dilaporkan. Kesadaran masyarakat penting dan melalui satgas ini kita edukasi masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments