
Ilustrasi
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Produksi jambu mette di Kabupaten Buton pada tahun 2017 ini diperkirakan akan meningkat. Peningkatan itu terjadi karena kondisi cuaca yang sangat mendukung.
Hal itu diungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton, Ir. Azizu di ruang kerjanya, Selasa, 3 Oktober 2017.
Menurut Azizu, kondisi cuaca yang baik akan menunjang produksi jambu mette dalam bentuk gelondongan kering.
“Kita liat kondisi cuaca mendukung untuk pertumbuhan jambu mette. Mudah-mudahan hasilnya juga banyak,” ucapnya.
Azizu menambahkan, guna meningkatkan hasil produksi, pihaknya melakukan pembinaan kepada beberapa petani mette.
Azizu menuturkan, produksi jambu mette terbesar di Kabupaten Buton, terjadi pada tahun 2015 lalu. Produksi jambu mette yang diekspor mencapai 1.286.250 kg atau 1000 ton.
Produksi terbanyak ada di Kecamatan Pasarwajo mencapai 372.750 kg. Sedangkan tahun 2016, mengalami penurunan, hanya mencapai 192.365 kg.
“Tahun 2015 bagus hasilnya, Tahun 2016, mulai kurang dan tahun 2017 target maksimal lebih banyak lagi,” ungkapnya.
Adapun wilayah di daerah eks Kesultanan Buton ini sebagai penghasil komoditi jambu mette yaitu Kecamatan Kapontori, Lasalimu, Lasalimu Selatan, Pasarwajo, Wabula, Wolowa dan Siotapina. Sesui data Dinas Pertanian, petani jambu mette di daerah penghasil aspal ini sebanyak 5.959 pekebun/petani.
Untuk lebih memaksimalkan produksi jambu mette, lanjut Azizu, pihaknya mengusulkan pengembangan kawasan penanaman jambu mette seluas 200 hektar. Bantuan bibit nantinya akan diusulkan ke kementerian.
Usulan tersebut, kata dia, akan direalisasikan pada tahun 2018. Bersamaan dengan usulan rehabilitasi peremajaan jambu mette.
“Kita prioritaskan akan ditanam dibeberapa wilayah yang curah hujannya rendah. Seperti Pasarwajo dan Kapontori. Kalau kita dikasih 100 hektar, kita tetap bersyukur,” ungkapnya.
Reporter: Nia
Editor: Din




