
Ketua Gema Desantara Jaelani saat memberikan pelatihan.
Kendari, inilahsultra.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Generasi Muda Desa Nusantara (Gema Desantara) berkomitmen menghadirkan Kader Pemuda Pelopor Pertanian Organik atau secara alami yang menjaga semangat Pertanian Berbasis Kearifan Lokal.
Ini ditunjukan dengan pelatihan yang dilaksanakan di Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Selasa 31 Oktober sampai 2 November 2017.
Dalam kegiatan ini di hadiri perwakilan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Koltim dan Dinas Pertanian Koltim.
Ketua Umum Gema Desantara, Jaelani mengatakan, program ini untuk membangkitkan kembali semangat kaum muda untuk kembali ke desa, membangun komunitas tani dan mulai menggalakkan sistem pertanian secara alami dengan berbasis pada kearifan lokal.
“Kegiatan ini bertujuan selain untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di bidang pertanian, juga untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia,” katanya saat ditemui usai membuka kegiatan di Kabupaten Koltim.
Ia menambahkan, selain membangun pengetahuan dan keterampilan pertanian organik berbasis lokal, juga mendorong terbentuknya komunitas pemuda petani secara alami.
“Selain itu, Gema Desantara juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan sehingga dimasa datang akan tumbuh kesadaran masyarakat dalam tata kelola pertanian organik mulai dari produksi sampai distribusi sehingga secara ekonomi berdampak pada pencapaian kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu perwakikan Kemenpora, Usman Shadiqin menegaskan, pertanian organik harus terus digalakkan dan pemuda harus menjadi pelopor.
“Kita mesti memberi contoh yang baik terhadap masyarakat sehingga dalam tata kelola pertanian harus mempertimbangkan semua aspek yang mulai hilang dari petani kita baik itu kearifan lokal maupun gotong royong,” jelasnya.
Usman juga mengharapkan agar program ini di dampingi secara terus menerus sehingga dapat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi petani dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Rudinan
Editor: Din




