Erlangga Jadi Ketum Golkar, Ridwan : Usungan Pilgub Sultra Akan Berubah

Ridwan Bae

Kendari, Inilahsultra.com – Erlangga Hartanto resmi diplenokan sebagai Ketua Umum DPP Golkar semalam. Dengan terpilihnya Menteri Perdagangan ini, akan turut berdampak pada konstalasi usungan di Pilgub Sultra.

Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae mengaku, berubahnya dukungan Golkar dimungkinkan masih besar menyusul ditetapkannya Erlangga sebagai ketua partai berlambang beringin itu.

-Advertisement-

Sebab, Erlangga memiliki komitmen untuk mendorong kadernya di Pilkada 2018 mendatang.

Dengan itu, agar rekomendasi tidak berubah, Ridwan pun mengimbau kepada Ali Mazi untuk segera berkoordinasi kepada DPD I Golkar Sultra untuk memilih satu diantara 3 calon wagub yang Golkar usulkan ke DPP.

“Lalu saya kumpul DPD II se-Sultra sebab kalo tidak maka terpilihnya Airlangga Hartanto sebagai ketum baru bukan mustahil kami akan mengusulkan pergantian calon dari Partai Golkar untuk Sultra,” ungkap Ridwan melalui telepon selulernya, Kamis 14 Desember 2017.

Ridwan menjelaskan, pada prinsipnya Ali Mazi belum melakukan komunikasi politik dengan Golkar Sultra. Kemudian, DPD II masih menolak Ali Mazi.

“Kalau Erlangga ini konsennya pada orang Golkar. Sementara Ali Mazi dan Lukman Abunawas ini bukan orang Golkar,” katanya.

Sebelumnya, Golkar Sultra mendorong tiga nama kadernya untuk mengganti Lukman Abunawas sebagai wakil Ali Mazi. Ketiganya adalah Dewiyanti Tamburaka, Muh Basri dan Imam Al Gazali.

“Makanya, saya imbau Ali Mazi ini untuk memilih satu dari tiga yang diusung Golkar itu,” ujarnya.

Bila tidak mau komunikasi, maka DPD I dan DPD II akan menemui Airlangga dan menyampaikan bahwa harus diganti calon dan wakil usungan Golkar di Pilgub Sultra.

“Karena mereka tidak mau diajak komunikasi. Bagaimana mau pakai Golkar sementara tidak mau komunikasi. Apa itu,” tekannya.

Golkar ngotot usulkan tiga nama itu karena dasarnya adalah surat yang diteken Idrus Marham dan Nurdin Halid agar berkomunikasi dengan Golkar Sultra dan mengusulkan tiga nama wakil.

“Itu kan tidak dilalui saudara Ali Mazi dan Lukman. Justru menetapkan sendiri tanpa koordinasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Nurdin menyatakan bahwa pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas sudah final. Menurut Ridwan, itu finalnya hanya diversi Nurdin Halid. Namun, masih ada penolakan dari kader di bawah.

“Kalau saya sih taat saja DPP, tapi DPD II tidak mau. Yang akan carikan suara untuk Ali Mazi adalah DPD II, kalau saya taat saja sama DPP,” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments