
Kendari, Inilahsultra.com – Pasangan bakal calon yang maju di Pilkada Konawe secara resmi telah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dari delapan bakal calon bupati dan wakil bupati Konawe, Adi Jaya Putra Surunuddin, Calon Bupati Litanto dan wakilnya Murni Tombili belum terpublikasi jumlah kekayaannya.
Sejauh ini, KPK baru menginput sebanyak 91 persen dari total peserta pilkada seluruh Indonesia.
Khusus Konawe, ada laporan harta kekayaan calon yang patut dipertanyakan.
Bakal Calon Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara yang juga masih berstatus Ketua DPRD Konawe memiliki harta paling sedikit di antara kandidat yang lain.
Pria dengan akronim GTS ini hanya memiliki harta Rp 387 juta. Dia terakhir melaporkan hartanya ke KPK pada 7 Januari 2018.
Sedangkan paketnya, Calon Bupati Konawe Kery Syaiful Konggoasa memiliki harta Rp 3,8 miliar dan dilaporkannya pada 7 Januari 2018.
Kerry Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara diusung oleh PAN 7 Kursi, Nasdem 2 kursi dan Gerindra 3 kursi. Total 12 kursi (40%).
Sedangkan Irawan Laliasa, hanya memiliki kekayaan kurang lebih Rp 3,8 miliar, setara dengan Bupati Konawe Kery.
Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Sultra ini melaporkan hartanya ke KPK pada 8 Januari 2018.
Untuk calon perseorangan Muliati Saiman memiliki harta Rp 1,3 miliar dan dia melaporkan hartanya pada 13 Januari 2018.
Sedangkan wakilnya, Mansur sejauh ini memiliki harta paling banyak di Pilkada Konawe dengan Rp 4, 6 miliar dan terakhir melaporkan harta ke KPK pada 15 Januari 2018.
Untuk Adi jaya Surunuddin, Litanto dan Murni Tombili jumlah hartanya belum dipublikasikan di laman resmi KPK, www.kpk.go.id.
Pasangan H. Litanto, SH.M.Si dan Hj. Murni Tombili diusung PDIP 4 kursi, Demokrat 2 kursi, dan PKB 2 kursi. Total 8 kursi (27%)
Sedangkan Pasangan H. Irawan Laliasa, SE. M.Si dan Adi Jaya Putra, B. Bus, M.Com diusung oleh Golkar 3 kursi, PKS 3 kursi, dan PBB 4 kursi. Total 10 kursi (33%).
Penulis: La Ode Pandi Sartiman




