
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Proses pelantikan La Bakry sebagai Bupati Buton akhirnya terjawab. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulra mengambilalih proses itu.
Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sultra Ali Akbar mengatakan, ambil alih proses pelantikan tetap dilakukan meskipun DPRD Buton menolak melakukan paripurna.
“Hari ini saya ke Jakarta untuk memproses usulan pelantikan La Bakry di Kemendari (Kementerian Dalam Negeri). Paling lama dua minggu SK pelantikan La Bakry keluar,” katanya, Jumat 13 April 2018.
“Jika DPRD Buton tidak paripurna, ya tidak mengapa. Saya ke Jakarta untuk memproses usulan pelantikan La Bakry, paling lama akhir April ini jika SK keluar maka akan dilakukan pelantikan,” tambahnya.
Menurut Ali Akbar, pelantikan La Bakry akan dilakukan Pemprov Sultra.
La Bakry dilantik sebagai Bupati Buton menggantikan Samsu Umar Abdul Samiun yang tersandung kasus penyuapan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. Umar Samiun kini telah divonis 3 tahun 9 bulan dalam perkara suap Pilkada Buton tahun 2012 lalu itu.
Sayang, proses pelantikan La Bakry dihambat DPRD Buton yang menolak melakukan paripurna pengusulan pelantikan La Bakry. Alasannya, SK Mendagri yang memberhentikan Umar Samiun dan perintah pelantikan La Bakry sudah keluar. Sehingga DPRD Buton menilai tidak perlu lagi dilakukan paripurna.
Reporter: Yeni
Editor: Din




