
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Kerajinan gerabah akan ditampilkan pada Festival Budaya Tua Buton tahun ini. Perabot yang berasal dari tanah liat itu, sudah digunakan masyarakat Buton sejak ratusan tahun lalu.
Namun pada umumnya, gerabah digunakan untuk keperluan memasak.
Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Buton Laode Zainudin Napa mengatakan, kerajinan gerabah sampai saat ini masih terus dilestarikan masyarakat Buton. Kerajinan ini masih bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional.
“Kita ingin tetap lestarikan. Makanya akan ditampilkan pada Festival Budaya Tua Buton,” ujar Zainuddin Napa, Sabtu 3 Agustus 2018.
Kata dia, banyak wisatawan tertarik jika disuguhkan kerajinan gerabah yang ada di Buton. Pada umumnya mereka ingin melihat cara pembuatan gerabah secara tradisional.
“Jika kita tampilkan tentu saja wisatawan atau bahkan orang lewat ingin mampir untuk melihat-lihat,” terangnya.
Nantinya, lanjut mantan Kadis Kominfo Buton ini, pengrajin gerabah akan didatangkan langsung saat Festival Budaya Tua Buton. Mereka akan memperagakan cara membuat panci dari tanah liat dan jenis-jenis lainnya.
Saat ini, gerabah oleh masyarakat Buton digunakan untuk memasak jamu atau obat-obat tradisional. Namun ada juga yang menggunakan untuk keperluan memasak makanan.
Penggunaan gerabah sangat diyakini akan menghasilkan cita rasa yang khas.
Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania




