
Laworo, Inilahsultra.com – Baliho milik Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada dengan tagline ‘Mai Te Wuna, Amaimo Pada Ini’ yang tersebar di Kabupaten Muna menuai pro kontra di masyarakat.
Pasalnya, tagline ini semacam mempelintir makna sesungguhnya ‘Mai Te Wuna’ jargon pemerintahan LM Rusman Emba selama ini.
Terhadap hal ini, LM Rajiun Tumada disomasi agar selama 2×24 jam untuk segera menurunkan alat peraga itu.
Warning ini kemudian disambut sikap tak kalah menantangnya dari tim Rajiun Center.
Direktur Rajiun Center La Ode Sariba,l menilai, warning dari Pemkab Muna itu sudah berbau ancaman.
“Saya sangat sayangkan pernyataan itu. Justru itu akan menjadi pemicu keresahan baru lagi. Baliho tidak ada salahnya, mau diturunkan. Kalau masyarakat Muna resah, itu tidak benar. Masyarakat Muna adem-adem saja sampai detik ini,” kata Sariba Jumat 23 Agustus 2019.
Ia mengaku, ancaman penurunan baliho itu terasa geli dan lucu karena, menurutnya tidak ada hal pelecehan terhadap tagline Mai Te Wuna.
Kalau pun merasa dilecehkan, harus ada standar baku yang dijadikan patokan untuk mengukur pelecehan yang dimaksud.
“Jangan menggunakan pendapat pribadi dengan standar like dislike untuk memveto baliho. Kami akan menempuh jalur hukum kalau sampai berani menurunkan baliho itu, kita hidup di republik ini dengan aturan ketatanegaraan bukan dengan semua pribadi,” jelasnya.
“Jika memang baliho dipaksa diturunkan maka kami akan menuntut balik dan bakal menempuh jalur hukum,” tegas Sariba.
Sariba menyebut, pemasangan baliho Bupati Muna Barat, La Ode M Rajiun Tumada di Kabupaten Muna sesuai aturan.
Tagline, yang dipakai pun ‘Mai Te Wuna’ disambung ‘Amaimo Pada ini’, kata dia, tidak ada kaitannya dengan politik. Sebab, Rajiun paham, jika Mai Te Wuna bagian dari promosi pariwisata.
“Hal yang wajar Bupati Muna Barat, La Ode M Rajiun Tumada sebagai putra dari Muna tulen memperkenalkan dirinya di Muna,” pungkasnya.
Ia juga menilai ironi bila hanya baliho Rajiun yang dipersoalkan. Padahal di daerah itu ada banyak figur yang digadang maju seperti LM Baharuddin, Syarifuddin Udu ikut memasang alat peraga.
“Bahkan baliho LM Rusman Emba pun sudah mulai terpampang. Kenapa harus mempersoalkan ini,” tuturnya.
Penulis : Muh Nur Alim




