
Kendari, Inilahsultra.com – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Halu Oleo (KBM-UHO) menggelar unjuk rasa di gedung rektorat UHO menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebjiakan rektor yang dianggap tidak prorakyat terhadap mahasiswa.
Dalam aksinya massa aksi menolak dan meminta Rektor UHO Kendari Muh Zamrun Firihu untuk mencabut Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor : 2404/UN29/SK/KU/2019 tentang Tarif Layanan, Badan Layanan Umum UHO yang terindikasi tidak mempertimbangkan keadilan dan kepatuhan.
Sebelum bertandang di gedung rektorat, mahasiswa melakukan konsolidasi massa di masing-masing Fakultas. Setelah itu massa aksi melakukan orasi di depan pintu masuk gedung rektorat untuk menemui Rektor UHO Muh Zamrun Firihu untuk memberikan kejalasan terkait kebijakan penerapan tarif layanan umum.
Pantauan Inilahsultra.com, di tengah-tengah menyampaikan tuntutan, dan massa aksi berusaha untuk membakar ban. Namun, tiba-tiba terjadi keributan antara massa aksi dengan pihak keamanan kampus.
Terlihat ada beberapa orang yang berpakaian preman melempari mobil sound system dan orator dengan ban bekas. Setelah itu ada salah orang berpakaian preman naik di atas mobil sound dan memukul Presiden Mahasiswa (Presma) UHO Maco yang sedang melantangkan suaranya dengan teman-temannya menyampaikan orasi.
Melihat Ketua Bem UHO dilempari dan dipukul oleh salah satu oknum, membuat kemarahan dan emosi massa mengejar salah satu oknum, namun oknum tersebut berhasil menyelamatkan diri.
Emosi massa aksi tidak terkendali dengan menghujani gedung rektorat dengan menggunakan batu dan kayu. Sehingga satpam dan para dekan yang berdiri di depan pintu masuk rektorat lari berhamburan menyelamatkan diri.
“Penerapan kebijakan tarif layanan umum tidak mementingkan hak mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di universitas terbesar di Sultra ini. Untuk itu, kami minta ayahanda kami pak rektor yang kami cintai untuk mencabut SK tersebut,” kata Maco dalam oraisinya.
Penulis : Haerun




