Usai Nur Alam Ditahan KPK, Begini Suasana Kantor Gubernur Sultra

Kondisi kantor Gubernur Sultra, Kamis 6 Juni 2017, setelah penahanan Nur Alam.


Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sultra Nur Alam resmi ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kondisi pelayanan di Kantor Gubernur Sultra tetap berjalan seperti biasa.

Seperti biasanya, sebelum masuk berkantor, pegawai terlebih dulu mengikuti upacara. Namun, yang memimpin langsung upacara adalah Asisten III Bidang Administrasi dan Umum I Ketut Puspa Adnyana.

-Advertisement-

Beberapa pejabat utama lainnya seperti Wakil Gubernur HM Saleh Lasata tidak berada di tempat. Begitu pula Sekretaris Daerah (Sekda) Lukman Abunawas tak terlihat saat apel berlangsung.

Kabarnya, Sekda sementara berada di luar daerah.

“Pak Sekda lagi di Korea Selatan,” ungkap salah seorang pegawai di Sekretariat Daerah Pemprov Sultra, Kamis, 6 Juli 2017.

Perihal penahanan Nur Alam oleh lembaga antirasua, beberapa pegawai yang dimintai tanggapannya enggan berbicara.

Meski pelayanan berjalan seperti biasa, berdasarkan pantauan Inilahsultra.com, pegawai tampak diam-diam ketika beberapa awak media mengambil gambar.

Mereka hanya melintas dan sesekali melempar senyum. Salah satu pejabat yang terlihat di Kantor Gubernur Sultra adalah mantan Penjabat Bupati Buton Selatan La Ode Mustari.

Sementara itu, Asisten III I Ketut Puspa Adnyana mengaku, pelayanan pemerintahan tetap berlangsung seperti biasa.

“Sebagai aparatur sudah seperti itu. Sudah ada ketentuan bahwa ASN menjalankan tugas masing-masing,” katanya, Kamis, 6 Juli 2017.

Dia juga mengaku tidak ada perubahan pelayanan di Pemprov Sultra setelah Nur Alam ditahan lembaga antirasua.

“Nda. PNS sudah memiliki tata tertib bahwa tanggung jawab mereka sudah ditentukan makanya semuanya hadir,” tuturnya.

Reporter: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Herianto

Facebook Comments