Masyarakat Turun Tangan Atasi Jalan Rusak di Kendari 

670
 

Warga Kota Kendari sedang meminta sumbangan kepada pengguna jalan sebagai biaya pengganti harga timbunan jalan rusak.  (Foto: Jumaddin/Inilahsultra)


Inilahsultra.com, Kendari – Beberapa warga terpaksa turun tangan mengatasi jalan rusak di salah satu titik Jalan MT Haryono Kendari, Sulawesi Tenggara. Mereka menimbun jalan berlubang dengan menggunakan tanah, Senin, 24 Juli 2017.

- Advertisement -

Salah seorang warga, Jaka, mengaku terpanggil menimbun jalan bersama rekannya untuk sekedar meratakan jalan berlubang yang sudah membahayakan pengendara.

“Kalau kita tunggu-tunggu pemerintah, lama lagi (penanganannya). Sementara kita liat sendiri, jalanannya sudah rusak parah. Rawan kecelakaan,” terang Jaka sambil menadahkan kardus kepada setiap pengendara yang melintas, dengan harapan ada bantuan sebagai biaya pengganti harga tanah timbunan serta sedikit pembeli beras.

Kepada jurnalis inilahsultra.com, Jaka mengaku memesan satu ret timbunan seharga Rp 120 ribu. Itupun tidak cukup meratakan lubang besar di titik tersebut, tepatnya di belokan antara jembatan Pasar Baru dan simpang tiga Kampus Baru UHO Kendari. Hanya beberapa lubang saja yang bisa tertutupi.

Saat ditanya kenapa tidak ditimbun semua lubang yang ada, Jaka menjawab, “Nowolom timbunan (sudah habis timbunan, red),” jawab Jaka dengan menggunakan bahasa daerah.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kendari, Faisal Alhabsyi, saat ditemui di kantornya, Senin, 24 Juli 2017, mengatakan, penanganan jalan rusak di Jalan MT Haryono Kota Kendari merupakan wewenang pemerintah pusat melalui  Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Sultra karena berstatus jalan nasional.

“Kita hanya berkewenangan menangani kerusakan jalan kota. Kan di Kendari ini ada namanya jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kota,” terang Faisal.

Ia menyampaikan, untuk penanganan jalan kota yang rusak pihaknya sudah menyediakan anggaran Rp 750 juta pada tahun 2017 ini yang dikelola secara swakelola dengan sistem tambal sulam.

“Sudah mulai dikerja. Kita utamakan di titik-titik yang padat lalu lintas dan rawan kecelakaan,” katanya.

Penulis: Jumaddin Arif

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...