Makam Leluhur Diduga Dibongkar, Alasan Warga Liabuku Tolak Aktifitas PT BIS

Syamsudin


Baubau, Inilahsultra.com- Rusaknya hutan, banyaknya debu akibat mobil truk yang lalu lalang dijalan menuju tambang nikel, bukanlah satu-satunya alasan penolakan warga Liabuku Kecamatan Bungi Kota Baubau atas beroperasinya PT Bumi Inti Sulawesi (BIS).

Alasan lain penolakan itu karena PT BIS diduga telah menggusur makam leluhur warga sekitar yang kini telah menjadi Kuasa Pertambangan (KP) PT BIS. Bahkan, diantara makam-makam tersebut ada tiga makam yang dianggap keramat oleh warga sekitar.

-Advertisement-

Warga Liabuku setiap tahunnya menggelar ritual adat di tiga makam tersebut. Ritual pun dihentikan karena makam telah rusak akibat aktifitas PT BIS.

“Dari tahun 2007 di obrak-abrik. Dikawasan KP PT BIS itu. Kan kampung lama leluhur kami, jadi ratusan kuburan itu telah rata dengan tanah,” ungkap Dayamin warga Liabuku di aula Kantor Camat Bungi Kota Baubau, Kamis, 26 Oktober 2017.

Akibatnya, lanjut Dayamin, tulang belulang manusia yang ada di makam tersebut entah dikemanakan.

“Pokoknya sudah rata dengan tanah, ada yang dijadikan jalan, tempat penyimpanan ore nikel dan lain-lain. Itu lah kenapa kami sangat menolak beroperasinya PT BIS,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Humas PT BIS Syamsudin tidak tahu menahu terkait makam itu. Syamsudin mengaku belum lama bergabung dengan PT BIS.

“Saya tidak tahu mengenai makam. Saya baru tiga tahun gabung PT BIS yakni tahun 2014,” timpalnya.

Reporter : Muhammad Yasir
Editor : Din

Facebook Comments