
Pasarwajo, Inilahsultra.com – Kondisi penyuluh pertanian di Kabupaten Buton menjadi persoalan yang cukup krusial. Jika sampai pada tahun 2025 tidak ada perekrutan, maka penyuluh pertanian akan kosong.
Kepala Dinas Pertanian Buton Azizu mengatakan, jumlah penyuluh di Buton saat ini 28 orang. Namun yang berstatus PNS 13 orang dan sisanya 15 orang masih berstatus magang.
“13 PNS tersebut rata-rata sudah akan pensiun. Jika tidak ada pengangkatan maka 2025 tenaga penyuluh PNS sudah tidak ada lagi,” ujar Azizu beberapa hari lalu.
Kata dia, jumlah penyuluh di Buton dulunya sekitar 300 orang. Namun sebagian besar telah pindah pada daerah pemekaran baru. Sehingga yang tersisa saat ini tinggal 13 orang saja.
Jika tidak ada penerimaan, lanjutnya, tenaga penyuluh pertanian akan diisi tenaga magang. Meskipun dari dinas pertanian juga sudah mengusulkan ke pusat namun belum ada tanggapan.
“Penerimaan tenaga PNS vertikal langsung dari pusat bukan seperti PNS biasa,” katanya.
Saat ini, lanjut dia, kondisi penyuluh pertanian di Buton cukup memprihatinkan. Pasalnya, satu tenaga penyuluh membawahi tiga sampai lima desa di Kabupaten Buton. Padahal idealnya satu penyuluh satu desa.
Menurut Azizu, tugas penyuluh di lapangan diantaranya memberikan arahan dan masukan-masukan kepada para petani untuk meningkatkan hasil pertanian. Sehingga daerah bisa swasembada pangan.
“Pemerintah pusat menargetkan Indonesia swasembada beras, Buton juga demikian tapi masyarakat Buton kebanyakan memilih ubi kayu sebagai usaha pertaniannya,” ujarnya.
Reporter: Nia
Editor: Din




