Panen Bulan Mei, Petani Butur Hasilkan 350 Ton Gabah Padi Organik

Tampak Gabah padi organik yang dipanen di Desa Eensumala, Butur.

Buranga, Inilahsultra.com– Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buton Utara mencatat hasil produksi petani di Buton Utara (Butur) di bulan Mei 2018 mencapai 350 ton gabah.

Gabah tersebut merupakan padi organik yang disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Butur tahun anggaran 2017 melalui Distan setempat sebanyak 400 hektar lahan untuk petani yang tersebar di enam kecamatan.

Kepala Distan Yusuf ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 31 Mei 2018 mengatakan, laporan dari ketua kelompok petani dan petugasnya di lapangan untuk hasil panen saat ini sudah 80 persen dari 400 hektar lahan subsidi yang dipanen.

-Advertisement-

“Akhir bulan Mei ini sudah 80 persen dari 400 Ha lahan petani yang disubsidi oleh pemerintah dipanen, atau sekitar 350 ton gabah yang telah dihasilkan para petani di Butur. Sisahnya, sekitar 50 hektar lagi belum dipanen,” terangnya.

Yusuf menjelaskan, setelah dirata-rata produksi hasil padi organik hanya bisa mendapatkan 1 ton gabah/hektar, atau 600 Kg beras/hektar. “Sebetulnya kita kalah diproduksi, tetapi kita menang di harga,” ungkapnya.

Menurut Yusuf, pengembangan bersa organik ini sangat menguntungkan untuk bisnis, karena berdasarkan perhitungannya 1 ton gabah atau 600 Kg beras dikali Rp 30.000.

“Dengan asumsi bertahan saja di 600 Kg/hektar kita layak untuk bisnis, apa lagi kalau dilipat dua produksinya tentu petani berlipat ganda. Tahun ini juga kita akan panen secara keseluruhan sekitar 1035 hektar,” beber mantan Camat Kambowa ini.

Sementara, untuk yang menampung hasil produksi petani, pihaknya sedang menjajaki kerjasama dengan perusahaan BUMN yakni Pusat Perdagangan Indonesia (PPI).

“Ini yang kita lagi genjot. Insya Allah dua Minggu usai lebaran mereka janji datang di Butur untuk melakukan peninjauan, ” ujar Yusuf.

Reporter : Armawan

Editor      : Aso

 

Facebook Comments