Trauma Tragedi Danau Toba dan Selayar, Ridwan Bae Usul Wakatobi Punya Pelabuhan Fery

837
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dunia pelayaran Indonesia tengah berduka. Setelah tragedi Danau Toba menelan korban jiwa ratusan, kecelakaan laut kembali terjadi di Kawasan Laut Selayar Sulawesi Selatan.

Dua insiden kecelakaan laut ini menarik simpati Anggota DPR RI, Ridwan Bae. Selain menyatakan keprihatinan, Ridwan mengatakan bencana ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah.

- Advertisement -

Pemerintah wajib menilik kembali potensi kerawanan kecelakaan laut di sejumlah wilayah kepulauan di Indonesia sebagai skala prioritas sasaran pembangunan. Mesti ada langkah antisipatif lewat penyediaan fasilitas armada laut memadai dan savety bagi masyarakat.

Tak tinggal diam, belajar dari dua insiden maut di atas Ridwan menginisiasi pembangunan infrastruktur pelabuhan ferry sebagai penghubung antar pulau di dapilnya. Persisnya di Kabupaten Wakatobi.

Usulan itu disuarakan Ridwan dalam Rapat Kerja Lanjutan (RKL) bersama kementerian terkait di DPR RI baru-baru ini.

“Wakatobi masuk dapil saya. Jangan nanti sudah kejadian ada korban baru mau buru-buru memperbaiki, membangun. Harus sejak dini ada upaya antisipasi. Nah khusus di Sultra, saya mengusulkan harus ada ferry penghubung antar pulau di Wakatobi. Di Sultra itu memang yang paling rawan dan sering terjadi kecelakaan laut itu ya di perairan Wakatobi. Disamping kondisi cuaca dan perairan, sarana transportasi laut masih sangat terbatas dan kurang memadai. Itu memicu kecelakaan laut di Wakatobi,” ujar Ridwan panjang lebar.

Pembangunan infrastruktur pelabuhan Ferry Wakatobi dimaksudkan agar bisa menghubungkan empat gugus pulau utama di Wakatobi. Yakni Pulau Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Selama ini, masyarakat hanya mengandalkan perahu kayu sederhana sebagai moda transportasi.

“Mesti di empat titik Ferrynya dibangun di Wanci, Tomia, Kaledupa dan Binongko. Fery dari sisi safety lebih baik ketimbang perahu. Konektifitas juga bisa lebih lancar dan nyaman bagi masyarakat kalau menggunakan ferry,” ujar legislator partai beringin itu.

Hingga saat ini, Wakatobi masih terkendala koneksi antara pulau. Penyediaan armada Fery, lanjut Ridwan adalah bentuk support program pembangunan sektor pariwisata Wakatobi.

Sebagaimana diketahui kabupaten eksotis di Sultra itu masuk dalam top wonderful wisata Indonesia. Wakatobi turut menjadi salah satu penyumbang devisa dari sektor pariwisata.

 

Sudah sewajarnya pemerintah pusat memberi prioritas khusus terhadap berbagai usulan positif pembangunan sarana prasarana pendukung pariwisata di Wakatobi. Salah satunya fasilitasi sarana penyebrangan Ferry sebagaimana disuarakan Anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae.

“Sebagai destinasi wisata harus didukung transportasi memadai, savety dan nyaman. Banyak pulau eksotis di Wakatobi tapi susah dijangkau wisatawan karena transportasi terbatas. Sebagai top destinasi wisata di Indonesia dan sebagai sumber pendapatan negara, kita harapkan ini bisa menjadi skala prioritas pemerintah pusat untuk segera dianggarkan,” cetus Ridwan.

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...