Sekolah Khusus Pulau Runduma di Wakatobi Dirusak

902
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kelas Khusus Pulau Runduma Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi dirusak warga.

Kepala SMAN Kelas Khusus Pulau Runduma Asriwati mengaku, peristiwa pengrusakan ini terjadi pada 13 Agustus 2018 malam.

- Advertisement -

“Nanti diketahui guru honor paginya pada 14 Agustus 2018,” katanya melalui telepon selulernya, Minggu 26 Agustus 2018.

Ia menyebut, beberapa kaca jendela pecah. Kemudian, kursi dan meja beberapa kakinya dipatahkan pelaku.

“Beberapa kaca rusak,” bebernya.

Ia mengaku, sudah menyampaikan peristiwa pengrusakan ini ke Polsek Tomia melalui telepon seluler pada saat jtu juga. Hanya saja, kata dia, hingga saat ini polisi belum turun ke lapangan.

“Saya sudah sampaikan, kebetulan saat itu saya tidak berada di sana. Saya hanya suruh guru honorer untuk foto dan dilihat langsung kepala desa di sana,” bebernya.

Secara resmi, kejadian ini baru dilaporkannya pada hari ini, Minggu 19 Agustus 2018.

“Saya berharap, pelakunya segera diamankan. Polisi segera turun di sana,” tuturnya.

Ia mengaku, pelakunya sudah diidentifikasi. Bahkan kepala desa dan masyarakat sudah menginterogasi yang bersangkutan.

Informasi yang diperolehnya, pelaku tidak sendiri merusak sekolah tersebut. Pelaku pengrusakan ini, menurut dia, ada yang sengaja menyuruhnya.

“Informasi dari desa begitu. Dia (pelaku) sudah ditanya-tanya. Tapi dia malah mengancam akan ratakan itu sekolah,” tuturnya.

Ia menduga, pengrusakan aset negara ini sebagai bentuk untuk menghalangi proses belajar mengajar di pulau terluar Sulawesi itu.

“Jadi motifnya ini pelaku merusak aset negara, ingin menghalang-halangi pendidikn/proses belajar mengajar,” sebutnya.

Ia berharap, polisi segera melakukan tindakan. Pelaku harus ditangkap karena dianggap membahayakan keselamatan satu-satunya SMA di pulau tersebut.

“Saya harap polisi segera turun tangan, pelaku harus ditangkap,” harapnya.

Pulau Runduma adalah pulau yang paling terluar di Sulawesi. Pulau ini berada di tengah Laut Banda lebih dekat dengan Pulau Flores.

Untuk ke sana, berangkat melalui Pulau Tomia dengan waktu perjalanan kurang lebih 8 jam. Akses transportasi pun sulit. Kapal tidak setiap hari berlayar ke pulau ini.

Hal ini pun menjadi salah satu pertimbangan polisi untuk ke sana.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt mengaku, sudah mendapat konfirmasi dari kapolres terkait kejadian ini.

“Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pelapor kepsek dan memang tim dari polres yang akan turun ke TKP masih menunggu transportasi kapal laut yang ke sana tidak setiap saat ada,” tutur Harry.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...