
Kendari, Inilahsultra.com – Miris, selama bekerja puluhan tahun, korban salah satu bos media cetak di Kendari tak pernah digaji, justeru dicabuli. Kondisi ini membuat prihatin Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari.
Direktur LBH Kendari, Anselmus AR Masiku menganggap, perbuatan salah satu direktur media cetak itu sebagai bentuk penindasan terhadap perempuan ditempat kerja.
“Kan kasihan. Sudah bekerja belasan tahun, bukan digaji, malah dicabuli,” beber Anselmus saat dihubungi via ponselnya, Rabu 12 September 2018.
Makanya, dia sangat berharap, persoalan ini bisa dituntaskan Polda Sultra agar tidak ada lagi korban lainnya. Sekaligus, persoalan itu menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya.
Anselmus menambahkan, pencabulan di tempat kerja merupakan persoalan yang harus mendapat perhatian serius. Pasalnya, hanya sedikit korban yang berani melaporkan peristiwa yang dialami. Korban biasanya memilih diam dan tak mau mengungkap persoalan itu.
“Pertimbangannya malu, dan kedua takut. Takut kehilangan pekerjaan,” bebernya.
Korban bos media cetak di Kendari, S (inisial) yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. Dia mengaku selama bekerja tak pernah digaji.
“Hanya dikasi uang transpor. Itupun hanya berapa dan itu nanti satu tahun terakhir. Tidak lama dihentikan juga,” ungkapnya via WhatsApp beberapa hari lalu.
Diketahui, kasus dugaan pencabulan salah satu bos kedia cetak di Kendari sudah dilaporkan ke Polda Sultra sejak Februari 2018 lalu. Namun, hingga kini kasus itu belum juga ditingkatkan ke penyidikan.
Editor: Din




