Ditangani Polda, Ombudsman Sultra Akan Berhenti Tangani Dugaan Kecurangan Seleksi KPU

207
Mastri Susilo
-Advertise-

 

Kendari, Inilahsultra.com – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menghentikan kasus dugaan kecurangan dan perbuatan melanggar hukum dalam seleksi calon anggota Komisi Pemikihan Umum (KPU) Kolaka Timur dan Kolaka.

-Advertise-

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sultra Mastri Susilo mengatakan, kasus tersebut sudah masuk di Ombusman, namun Ombudsman Sultra tidak bisa langsung menindaklanjuti karena kasus tersebut telah dilaporkan di Polda Sultra, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan KPU.

“Ombudsman tidak bisa menindaklanjuti laporan yang sudah masuk di instansi lain. Jadi, kalau polisi sudah mengambil alih laporan ini maka kita akan tutup laporan yang masuk di Ombudsman. Kita tidak bisa memeriksa pada kasus yang sama yang ditangani instansi lain,” kata Mastri Susilo.


 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mastri menyebut, Ombudsman belum melakukan pleno terkait kasus tersebut, karena masih menunggu kepastian dari pelapor apakah benar sudah melapor di Polda Sultra, DKPP dan KPU.

“Kalau betul mereka sudah melapor ke Polda, kami butuh bukti laporan bahwa Polda menindaklanjuti laporan itu. Jadi besar kemungkinan kasus ini akan ditutup di Ombudsman,” jelas Mastri.

Diberitakan sebelumnya, melapor ke Polda Adly Yusuf Saepi mengungkapkan masalah dirinya tidak diloloskan dalam seleksi berkas. Ia menilai keputusan timsel tak meloloskan dirinya bertentangan dengan aturan perundang-undangan.

Salah satu peserta seleksi KPU Koltim Muh Ali mengaku telah ditawari oleh oknum timsel untuk membeli soal beserta kunci jaewban CAT dengan harga bervariasi dari Rp 5 juta hingga Rp 10 juta dan diduga dimintai untuk membayar Rp 75 juta supaya lolos 10 besar.

Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Silahkan berikan komentar
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Baca Juga :  Seorang Pemuda Tewas Gantung Diri di Pohon Nangka

KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here