Tambang Ramai Tutup, Sederet Proyek Besar Ini Diproyeksi Dongkrak Ekonomi Sultra 2019

325
Kepala BI Perwakilan Sultra, Suharnan Tabrani menggelar diskusi bersama awak media. "Bincang Bareng Media" yang baru kali perdana dihelat oleh pimpinan BI baru tersebut mengambil tema diskusi "Meneropong Ekonomi Sultra Tahun 2019.

Kendari, Inilahsultra.com – Dampak penerapan regulasi UU Minerba Tahun 2014 tentang larangan ekspor ore mentah tak bisa dipungkiri menggoyang pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara.

Oleh Bank Indonesia, geliat usaha pertambangan memang signifikan mempengaruhi grafik pertumbuhan ekonomi Bumi Anoa. Perekonomian masyarakat sempat mengalami lonjakan signifikan saat investor tambang secara masif membuka lapak di sejumlah daerah potensial di Sultra.

- Advertisement -

Fakta sektor tambang punya korelasi terhadap pertumbuhan ekonomi Sultra diungkapkan Kepala Perwakilan BI Sultra, Suharman Tabrani saat gelaran Bincang-Bincang Media (BBM), Selasa 13 Februari 2019.

“Hubungan sektor pertambangan dan ekonomi Sultra sangat tinggi. Kalau tambang turun maka berpengaruh negatif terhadap ekonomi Sultra,” ujar Suharman.

                       

Kendati Sultra masih terdampak penutupan banyak perusahaan tambang yang urung membangun smelter, Suharman tetap optimis tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Sultra tetap mampu bergerak positif.

Prediksi ini didasari data rilis project-project besar baik skala nasional maupun provinsi yang diketahui BI mulai running tahun ini.

Sebut saja diantaranya adalah rencana actionnya Mega Industri Morosi yang dikelola PT VDNI.

“Provinsi bisa dapat nilai tambah dari industri pengolahan nikel,” ujar Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sultra, Surya Alamsyah.

Berikutnya ialah peresmian Newport Bungkutoko. Pelabuhan peti kemas yang kabarnya akan dilaunching oleh Presiden Joko Widodo, diproyeksi BI akan menjadi lokomotif baru ekonomi Sultra.

Akses hilirisasi barang melalui pelabuhan laut yang semakin lancar dengan aktifnya infrastruktur tersebut, dipastikan mendongkrak pereekonomian Sultra tahun ini.

Disusul rencana pembangunan jembatan Muna-Buton yang telah lama digagas.

“Akses yang semakin lancar. Semua akan memberi nilai tambah dari sisi ekonomi. Akan ada investor baru (yang masuk ke Sultra, red). Akan mendongkrak ekonomi Sultra,” terang Surya Alamsyah.

Baca Juga :  Diduga Menyuruh Pekerja Pakai Kaki, TKA di PT VDNI Nyaris Diamuk Massa

Disamping project bersumber dari dana pusat di atas, adapula program Pemprov Sultra yang diproyeksi BI menyumbang pertunjukan ekonomi tahun 2019.

Seperti agenda pembangunan rumah sakit jantung dan perpustakaan berskala internasional digagas duet Ali Mazi-Lukman Abunawas.

Temu perdana pimpinan BI Sultra dengan awak media tidak hanya membahas proyeksi ekonomi Sultra kedepan. Dalam diskusi santai tersebut lembaga bank sentral Indonesia turut memaparkan peran BI baik dalam hal menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan hingga menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat.

Termasuk pula evaluasi kinerja dan juga program yang telah dan akan dilakukan tahun 2019.

Diantaranya membantu program pemerintah daerah memoles kawasan wisata Wakatobi sebagai Bali baru di Indonesia.

Penulis : Siti Marlina
Editor : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...