
Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menggelar rapat tertutup dengan Camat Kambu yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) warga saat bersama calon anggota legislatif (caleg) PKS.
Rapat tertutup tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Kendari Samsuddin Rahim yang diikuti beberapa anggota dewan, serta pejabat di Pemerintah Kota Kendari, di ruang rapat DPRD Kota Kendari, Selasa 5 Maret 2019.
Dalam undangan DPRD Kota Kendari menghadirkan Plt Sekretaris Kota Kendari, Asisten III Setda Kota Kendari, Kepala Inspektorat Kota Kendari, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari, Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Kota Kendari, Kabag Hukum dan Ham Setda Kota Kendari, serta Camat Kambu.
Pantauan Inilahsultra.com, terlihat pintu ruang pertemuan tertutup rapat dan dijaga beberapa staf dari DPRD Kota Kendari.
Beberapa jurnalis yang hendak mengabadikan momen tersebut dilarang masuk.
Salah seorang pegawai DPRD menyampaikan bahwa awak media dilarang masuk dalam ruang pertemuan, karena merupakan rapat internal antara DPRD dan Pemkot Kendari.
“Nanti selesai rapat kalian wawancara peserta rapat baik dari anggota dewan maupun dari Pemkot Kendari. Nanti kalian wawancara satu-satu ya,” kata salah seorang staf di DPRD Kota Kendari.
Sebelumnya, Camat Kambu Kota Kendari La Mili terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh warga di Lorong Turikale Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari, Sabtu 2 Maret 2019.
Ia kepergok masyarakat saat bersama-sama calon legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diduga dalam agenda kegiatan politik.
Dua caleg yang ikut diciduk di salah satu rumah warga di lorong tersebut adalah Caleg DPRD Sultra Dapil Kota Kendari Sulkhoni yang juga Ketua DPW PKS Sultra serta Sekretaris DPD PKS Kota Kendari Riki Fajar yang juga Caleg DPRD Kota Kendari dapil Kambu-Baruga.
Penulis : Haerun
Editor : La Ode Pandi Sartiman




