
Kendari, Inilahsultra.com – Rapat koordinasi bersama Korsupgah KPK kemarin dimanfaatkan Gubernur Ali Mazi sebagai ajang curhat. Tujuh bulan memimpin Sultra, Ali Mazi mengaku kerap menjadi korban bully informasi hoaks di media sosial.
Merasa difitnah, Politikus NasDem itu lantas meminta bantuan lembaga antirasuah. Kepada Tim Korsupgah KPK dipimpin Adliansyah Malik Nasution, Ali Mazi berharap KPK menciduk oknum yang sengaja menyebar isu jual beli jabatan di lingkup Pemprov Sultra.
“Siapa penyebar isu itu kalau bisa kita tangkap,” cetus Ali amazi di hadapan Adlinsyah.
Kabar jual beli jabatan dialamatkan pada dirinya lanjut Ali Mazi santer beredar tak lama setelah pelantikan Gubernur Sultra. Isu tersebut menyebar luas di medsos. Di situ disebutkan suami Agista Ariany itu mensyaratkan upeti bagi pejabat yang hendak menduduki posisi strategis di Pemprov Sultra
Bagi Ali Mazi kabar negatif itu sudah masuk dalam taraf meresahkan. Bahkan menggangu konsentrasi pemerintahan dipimpinnya.
Bagaimana tidak, akibat kabar tersebut menurut pemantauan Ali Mazi, banyak bawahannya yang mulai grasak grusuk. Tak lagi fokus mengurus tupoksi kerja. Terlebih jika info rombak jabatan mulai berhembus.
Inilah mengapa, orang nomor satu di Sultra itu meminta KPK turut membantu upaya penangkapan oknum-oknum penebar hoaks di Sultra.
“Meresahkan. Katanya ada suap 600 juta. Masa jabatan saya sebagai gubernur mau kita korbankan hanya dengan uang 600 juta,” lanjut Ali Mazi.
Gubernur dua periode itu pun mewanti ASN untuk tidak melakukan upaya lobi jabatan. Apalagi mengatasnamakan Ketua Tim Penggerak PKK Sultra, Agista Ariany Ali Mazi yang tak lain istrinya.
“Jangan coba-coba dekati istriku, dekati keluargaku untuk minta jabatan. Saya akan pecat karena saya capek difitnah terus. Saya minta OPD kerja-kerja tidak cari jabatan. OPD saya sudah tahu provokatornya siapa,” curhat Ali Mazi.
Tak hanya diterpa kabar jual beli jabatan, ia berurai cukup banyak hoaks lain yang sengaja disebar di media sosial untuk merongrong pemerintahan duet Ali Mazi-Lukman Abunawas.
Diantaranya selentingan isu yang menyebutkan jika dirinya tak pernah berkantor.
“Kasian kita kerja sungguh-sungguh. Pernah sampai subuh diisukan tidak pernah masuk kantor. Kebaikan saya jangan dibalas keburukan. Saya orang hukum, saya tahu apa yang saya lakukan. Saya tidak pernah minta bantuan kepala OPD untuk bantu saya dulu sehingga saya (sekarang) tidak ada beban. Saya dipilih karena Allah Taala. Hentikan hoaks hentikan propaganda dan adu domba,” curhat Ali Mazi panjang lebar.
Penulis : Siti Marlina




