
Kendari, Inilahsultra.com – Massa yang mengatasnamakan Koalisi Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Sulawesi Tenggara menggelar unjuk rasa di Markas Korem 143/Halu Oleo Kendari, Jumat 3 Mei 2019.
Mereka mengutuk keras atas tindakan bejat mantan anggota TNI, Adrianus Pattian, yang diduga mencabuli enam orang anak di Kota Kendari.
Prilaku mantan prajurit Batalyon Infanteri 725 Woroagi itu terbilang sadis, karena telah melakukan penculikan dan kekerasan seksual terhadap anak yang di bawah umur.
Merlin selaku koordinator lapangan menyebut, tindakan keji Andrianus Pattian Karena dianggap merusak generasi bangsa khususnya perempuan. Dia meminta kasus ini harus dituntaskan hingga selesai sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
“Pelaku adalah penghianat bangsa karena tega melakukan kekerasan seksual kepada anak-anak,” jelas Merlin dalam orasinya.
Senada dengan itu, Direktur Aliansi Perempuan Sultra, Hasmida Karim mengajak kaum perempuan untuk menyatukan pikiran dan ide untuk mngutuk keras perilaku pelaku kekerasan anak.
“Kami datang di sini bukan untuk kepentingan organisasi, tetapi kami datang di sini sebagai bentuk solidaritas perempuan dan mengutuk keras atas pelaku penculikan dan pemerkosa anak dibawah umur yang dilakukan Adiranus,” tegasnya.
Barisan perempuan melakukan aksi unjuk rasa dikawal ketat anggota Korem 143/Halu Oleo, Kodim 1417/Kendari dan anggota Kepolisian.
Penulis : Onno




