PPDB SMAN 4 Kendari : Yang Tinggal di Kadia Tak Lolos, Dari Baruga Malah Masuk

1274
Sejumlah orang tua siswa mendatangi SMAN 4 Kendari memprotes sistem zonasi penerimaan siswa baru.

Kendari, Inilahsultra.com – Memasuki hari terakhir pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 dengan cara sistem online tingkat SMA/SMK di Kota Kendari, banyak orang tua siswa mengeluh hingga mendatangi posko PPDB SMAN 4 Kendari.

Kedatangan sejumlah orang tua calon siswa ini mempertanyakan mekanisme sistem zonasi yang diberlakukan di sekolah tersebut. Mereka menganggap, pemberlakuan sistem zonasi tidak adil karena penerimaan disesuaikan jarak sekolah dengan rumah.

- Advertisement -

Salah seorang orang tua calon siswa Agus Salim mengaku, saat Magrib, anaknya masih terdaftar dalam nomor urut. Namun, saat tengah malam hingga pagi, nama anaknya sudah hilang.

“Harapan anak saya untuk sekolah di SMAN 4 Kendari ini telah hilang dalam daftar online. Sampai saat ini saya belum tahu apa sebabnya nama anak saya langsung hilang dalam daftar membuatnya tidak lolos seleksi,” ungkap Agus Salim, Jumat 5 Juli 2019

                       

Ia menyebut, jarak tempat tinggalnya dengan SMAN 4 Kendari tidak jauh.

“Jarak tempat tinggal kami dengan sekolah itu hanya satu kilometer. Jadi, kalau anak saya lolos di SMAN 4 Kendari tidak memerlukan waktu lama untuk ke sekolah, tapi mau diapa anak saya sudah tidak terdaftar itu tandanya tidak lolos,” jelasnya.

Keluhan lain disampaikan Hasmida. Ia mengaku anaknya gugur dikarenakan permasalahan jarak rumah dengan sekolah. Sementara, ada beberapa nama yang terdaftar atau masuk dalam perengkingan, rumahnya sangat jauh dari zonasi dari SMAN 4 Kendari.

“Saya temukan dalam daftar ada siswa yang tinggal di Baruga. Sementara saya tidak jauh dengan sekolah, tidak ada dalam daftar. Ada apa ini kok yang jauh rumahnya masuk dalam nomor urut, sementara kita yang dekat tidak terdaftar. Kasian anakku,” keluh warga Kelurahan Kadia ini.

Baca Juga :  Raim Laode : Komika yang Jago Komposisi Musik dan Bernyanyi

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kepala SMA N 4 Kendari Ruslan membantah ada permainan dalam penerimaan siswa baru ini.

“Itu tidak benar, saya tidak berani mengubah-ubah data siswa yang sudah terdaftar karena itu bertentangan dengan undang-undang. Kewenangan kami pihak sekolah hanya memantau jaringan jangan sampai offline,” jelas Ruslan 5 Juli 2019.

“Saya sudah jelaskan tadi, bahwa kami hanya menyiapkan fasilitas sementara yang mengelolah dan mengontrol server itu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra selaku penanggung jawab pelaksana PPDB,” jelasnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...