Dugaan Kredit Macet, Serangan Ali Mazi Hingga Bantahan Ishak Ismail

1329

Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sultra Ali Mazi tetiba angkat bicara mengenai dugaan kredit macet pengusaha lokal Ishak Ismail di Bank Sultra sebesar Rp 30 miliar.

Sebagai bentuk sikap tegasnya, ia meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk menyelidiki masalah itu.

- Advertisement -

“Itu kita serahkan kejaksaan lah karena itu masuk tindak pidana khusus,” kata Ali Mazi 7 Agustus 2019.

Menurutnya, pinjaman Ishak Ismail itu diduga merugikan uang negara.

                       

“Tergantung kejaksaan menegakkan hukum to. Ini rugikan uang negara. Selama ini kan kita pakai semua uang negara,” ujarnya.

“Itu wajib (penegakkan hukum) siapa pun yang melanggar,” tambahnya.

Ia menyebut, namanya penyalahgunaan kewenangan sudah masuk kategori korupsi. Sehingga, pentingnya penegak hukum untuk menyelidiki.

Ishak Nilai Ali Mazi Gagal Paham.

Pernyataan Ali Mazi ini direspon balik oleh Ishak Ismail, Senin 12 Agustus 2019.

Pengusaha yang juga politikus PDI Perjuangan ini membantah tuduhan kreditnya di Bank Sultra macet.

Ia menyebut, sejumlah proyeknya masih tetap berjalan hingga saat ini dan hampir tak ada kendala.

“Kredit saya ini, tidak ada masalah. Karena kredit saya ini sesuai prosedural dan aturan perbankan,” ujarnya.

Menurut Ishak Ismail, baru kali ini, ada pemimpin daerah mengurusi kredit nasabah bank.

“Saya juga heran, setahu saya, belum ada gubernur usil kredit rakyatnya. Saya agak kecewa, harusnya orang seperti ini harusnya tidak perlu diributkan,” jelasnya.

Menurutnya, tidak ada penyalahgunaan kewenangan dilakukannya dalam pengambilan kredit Bank Sultra. Sebab, dia bukan lah pejabat pemerintahan daerah.

“Dimananya penyalahgunaan kewenangan. Ali Mazi ini gagal paham soal kredit ini,” ujarnya.

Baca Juga :  IP2 Butur Nilai Alasan Pengalihan Dana Investasi ke Bank Sultra Tidak Masuk Akal

Ia menyebut, baru gubernur saat ini yang urusi kredit rakyatnya. Padahal, dalam pengambilan kredit itu punya jaminan berupa tanah dan bangunan, asuransi termasuk paling utama adalah kontrak proyek.

“Kan saya ambil kredit ada jaminannya. Ini namanya kredit proyek dan investasi,” tuturnya.

Ia pun mempertanyakan sikap reaktif Ali Mazi yang ujuk-ujuk meminta kejaksaan memeriksa masalah ini. Padahal, kata dia, jika misalnya ia tidak membayar kredit, maka kasusnya bersifat perdata. Bukan korupsi.

“Apa yang menyebabkan Ali Mazi begitu reaktif. Apakah saya ini berteman dengan Lukman Abunawas, atau saya PDI Perjuangan dan Ali Mazi NasDem atau apakah saya pengusaha lokal yang akan dibunuh karakternya,” tuturnya.

Ia menduga, pernyataan Ali Mazi sudah masuk wilayah politik karena sudah tidak masuk akal gubernur mengurus kredit rakyatnya.

“Kalau tidak selesai maka jaminan saya diumumkan untuk dilelang dan BPD melalui kejaksaan sebagai pengacara negara untuk menagih. Tapi saya rutin melunasi kredit saya di BPD. Sekarang tinggal 14,9 miliar,” pungkas Direktur Utama PT Rezky Ilham Bersaudara ini.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
loading...