Sekjen DPP PAN Minta Polisi Usut Meninggalnya Randi dan Yusuf dengan Jernih

68
Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta agar kepolisian mengusut tuntas kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari pada saat demonstrasi 26 September 2019 lalu.

Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan duka dan belasungkawa atas meninggalnya Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi dalam bentrokan dengan aparat kepolisian di Kendari.

- Advertisement -

“Kami mendukung upaya hukum ditegakkan sejernih-jernihnya, setegak-tegaknya dan konsekuen,” kata Eddy saat ditemui beberapa waktu lalu.

Hingga 12 hari sejak meninggalnya Randi dan Yusuf, polisi baru menetapkan enam orang aparat sebagai terperiksa, belum mengarah pada tersangka.

                       

Menurut Eddy, proses hukum masih terus berjalan dan pihaknya mengapresiasi langkah polisi mengusut kasus ini.

“Kita apresiasi setinggi-tingginya ke penegak hukum yang memproses kasus ini,” ujarnya.

Menurut dia, dukungan agar kasus meninggalnya Randi dan Yusuf tak hanya datang dari PAN. Seluruh partai di DPR RI mendukung agar kasus ini dibuka seterang-terangnya.

Menurut anggota DPR RI ini, polisi dinilai lamban karena bekerja berdasarkan prinsip kehati-hatian. Namun, kasus ini tetap harus diusut sampai tuntas.

“Jadi lebih baik kerja hati-hati memakan waktu lebih lama dari pada tergesa-gesa dan terburu-buru dan mendapatkan hasil tidak maksimal dan tidak transparan,” tuturnya.

Sebelumnya, Randi dan Yusuf meninggal dunia usai terlibat bentrok dengan polisi.

Randi diketahui meninggal karena luka tembak di dada kiri tembus dada kanan. Sedangkan Yusuf meninggal karena mengalami retak di kepala. Menurut sejumlah saksi, Yusuf meninggal akibat peluru tajam yang membuat tengkorak kepalannya hancur.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...
     
Baca Juga :  PKB Dorong Kadernya di DPRD Sultra Terus Memperjuangkan Kepentingan Rakyat