KPK Gadungan Diamankan Anggota Polres Buton

417
Kapolres Buton AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga saat menggelar konfrensi pers penangkapan anggota KPK gadungan, Minggu 20 Oktober 2019.

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), SL (Inisial), diamankan anggota Polres Buton, Minggu 20 Oktober 2019.

Modusnya, pria asal Jawa yang berprofesi sebagai pekerja swasta tersebut mendatangi sekolah-sekolah dan meminta pertanggung jawaban keuangan.

- Advertisement -

Kapolres Buton AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengatakan, jika sekolah tersebut tidak mampu menyiapkan data maka akan diproses hukum.

“Korbannya Kepala SMAN 1 Pasarwajo Rp 10 juta dan Kepala SMAN 1 Wabula, namun belum sempat menyerahkan uang jaminan,” kata Agung saat menggelar konfrensi pers.

                       

Dia menjelaskan, awal penipuan dilakukan tanggal 15 Oktober lalu. Pelaku SL dan timnya ES datang ke sekolah SMAN 1 Pasarwajo mengaku sebagai anggota KPK.

Mereka membawa surat perintah tugas khusus guna meminta data pertanggung jawaban dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak tahun 2014. Namun tidak ditanggapi dan direspon.

Kemudian, lanjut dia, tanggal 16 Oktober, SL dan ES kembali mendatangi pihak sekolah dan mengancam kepala sekolah akan memproses hukum, jika tidak memberikan data dan meminta uang jaminan Rp 10 juta.

“Awalnya pihak sekolah hanya mampu membayar Rp 5 juta namun pelaku dan timnya mengancam akan memproses sehingga pihak sekolah mencarikan dana dan terkumpul Rp 10 juta. Uang diserahkan di rumah pribadi Kepala SMAN 1 Pasarwajo,” ujarnya.

Sebelumnya, pelaku mendatangi SMAN 1 Wabula dan SMAN 1 Lapodi untuk meminta data pertanggung jawaban dana BOS. Peristiwa itu terjadi pada Jumat 18 Oktober.

Ketika itu pelaku SL menghubungi Kepala SAMN 1 Lapodi untuk melakukan transaksi berupa penyerahan uang di depan kantor BRI Pasarwajo.

“Pada saat itu pelaku langsung di tangkap dan dibawa ke Polres Buton guna pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.

Baca Juga :  Ali Mazi Jawab Kelanjutan Nasib Blok Tambang Matarape dan Blok Suasua

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 368 (1) KUH Pidana dengan ancaman penjara 9 tahun. Saat ini pelaku dan barang bukti Id Card KPK, lencana KPK dan uang tunai Rp 3.200.000 sudah diamankan polisi.

Reporter: Wa Ode Yeni Wahdania

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...