Penjelasan Pertamina soal BBM Langka dan Penggunaan Tangki Rakitan di Kendari

1116
Aktivitas Pelayanan salah satu SPBU di Kota Kendari yang diduga melayani truk yang mempunyai tangki siluman. (Foto: Onno/ Inilahsultra).

Kendari, Inilahsultra.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat.

Salah satu penyebabnya berdasarkan hasil pantauan Inilahsultra.com, karena SPBU melayani pengisian kendaraan mobil yang menggunakan tangki siluman dan jeriken.

- Advertisement -

Menanggapi hal tersebut, Supervisor Communication MOR VII Ahad Rahedi menjelaskan, untuk kondisi BBM yang sempat kosong di beberapa SPBU di Kota Kendari merupakan imbas dari mundurnya jadwal sandar kapal yang membawa produk BBM ke terminal Kendari.

“Informasi terakhir kami dapatkan kapalnya sudah sandar. Nanti saya coba konfirmasi ke terminal BBM Kendari untuk kepastian penyaluran ke SPBU,” ujar Ahad Rahedi saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Sabtu 16 November 2019.

Untuk pembelian BBM nonsubsidi, Ahad mengaku, diperbolehkan menggunakan kemasan.

Sedangkan untuk BBM subsidi bila menggunakan tempat kemasan macam drum atau jeriken, harus menyertakan surat pengantar rekomendasi dari pemerintah setempat, dan SKPD terkait yaitu dinas kelautan dan perikanan dan dinas pertanian yang sah dan masih berlaku tanggalnya.

“Untuk pembelian BBM menggunakan kemasan diarahkan ke produk non subsidi dengan memberikan prioritas pengisian kepada kendaraan bermotor. Sedangkan untuk pengisian solar di seluruh SPBU mencatat nomor polisi kendaraan yang mengisi solar dengan memberikan batasan maksimal 70 liter untuk truk roda enam,” jelasnya.

Ia mengaku, pihaknya sudah proaktif, mengimbau pengusaha-pengusaha SPBU agar masing-masing SPBU melaksanakan tugasnya sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Terkait dengan marakya SPBU melayani truk tangki rakitan, kata dia, pembelian BBM menggunakan tangki modifikasi tidak diperbolehkan.

Untuk mengantisipasinya, lanjut dia, pihaknya akan bekerja sama dengan polisi untuk menindak mobil dengan tangki modifikasi.

Bagi SPBU yang kedapatan melayani pembelian BBM bersubsidi tidak tepat sasaran dan melayani pengisian kendaraan tangki rakitan akan diberikan sanksi tegas.

“Kepada SPBU kita berikan sanksi mulai dari surat teguran, penghentian supply dan izin penyaluran BBM subsidi dengan jangka waktu tertentu. Hingga sanksi yang paling berat pemutusan hubungan usaha (PHU) kepada SPBU tersebut,” ujarnya.

Agar kasus ini terulang lagi, pengawasan diserahkan ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Sebelumnya, ada oknum yang mengatasnamakan asosiasi pengawasan di salah satu SPBU di Kota Kendari untuk mengambil BBM tidak sesuai aturan.

Ia meminta, bagi pihak yang mengatasnamakan Pertamina dan melakukan penyalahgunaan dalam distribusi BBM khususnya BBM bersubsidi diminta untuk dilaporkan.

“Kalau ada oknum seperti itu minta tanda pengenalnya dari Pertamina, dan kalau tidak ada, laporkan. Jadi saya mohon kepada masyarakat untuk melaporkan kalau ada oknum yang tidak jelas mengatasnamakan Pertamina di SPBU. Supaya kami tindak lanjuti secepatnya di lapangan,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...