Panwascam 7 Daerah di Sultra Bersumpah, Dilarang Curhat di Medsos

276
Ketua Bawaslu Butur, Hazamuddin melantik 16 anggota Panwascam pada Pilkada Butur 2020 mendatang. Pelantikan itu berlangsung di Swiss Belhotel, Senin, 23 Desember 2019.

Kendari, Inilahsultra.com – Sebanyak 279 Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak 7 kabupaten di Sultra resmi dilantik di Hotel Swiss-Belhotel Kendari, Senin 23 Desember 2019.

Adapun Panwascam 7 kabupaten untuk Pilkada 2020 mendatang. Yakni, Panwascam Kabupaten Muna, Kolaka Timur (Koltim), Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan (Konsel), Konawe Kepulauan (Konkep), Buton Utara (Butur) dan Wakatobi.

- Advertisement -

“Kita sudah berjanji dan bersumpah kepada Tuhan Yang Maha Esa, kepada diri sendiri dan kepada semua orang yang ada di ruangan ini. Bahwa kita melaksanakan tugas dan wewenang secara adil tanpa memihak kepada siapapun,” ujar Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu.

Untuk itu, ia meminta kepada Panwascam jangan curhat di media sosial menyangkut Pilkada karena bisa menimbulkan kesan tidak baik kepada masyarakat.

“Jangan sekali-kali curhat di medsos, karena tidak akan menyelesaikan masalah tentang Pilkada. Kalau ada hal atau masalah yang belum dipahami harus konsultasikan kepada Ketua Bawaslu Kabupaten dan Provinsi,” ungkapnya.

Selain tidak curhat di medsos, Panwascam juga harus menerima kritikan dari masyarakat, karena itu tujuannya untuk membangun dan membentuk ketegasan Panwascam dalam melaksanakan tugas dalam Pilkada nantinya.

“Kita harus terima kritik publik untuk membangun, dan Panwascam jangan menambah kritikan di publik yang akan menambah masalah, karena disitula kesempatan para elit mengadu domba kita,” jelasnya.

“Kalian harus ingat masa depan bangsa kita, masa depan daerah kita ada pada teman-teman semua untuk melihat dan mengawasi jalannya Pilkada dalam melahirkan kepala daerah yang jujur,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang anggota Panwascam membacakan ikrar dalam melaksanakan tugas. Pertama, menjaga profesionalisme, integritas, independensi dan netralitas.

Kedua, tidak melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Ketiga, berjanji akan memenuhi tugas dan kewajiban sebagai anggora Panwascam pada Pemiliha Bupati dan Wakil Bupati 7 Kabupaten se Sultra dengan sebaik-baiknya sesuai pereturan perundang-undangan, Pancasila dan UUD 1945.

Keempat, dalam menjalankan tugas dan wewenang dengan sunguh-sunguh, jujur, adil, dan cermat demi suksesnya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 7 Kabupaten se Sultra dan menegakan keadilan demokrasi serta mengutamakan kepentingan NKRI dari pada kepentingan pribadi atau golongan

Kelima, dalam menjalankan tuga dan wewenang tidak melakukan kegiatan yang bertentangn atau melanggar aturan perundang-undangan.

Keenam, apabila saya melanggar hal-hal  yang saya nyatakan dalam pakta integritas saya bersedia dikenakan sanksi moral dan administrasi serta  dituntut ganti rugi dan pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...