Dikunjungi Komisi III DPRD Sultra, Balai Sungai Beber Penyebab Banjir

710
DPRD Sultra saat berkunjung di Kantor Balai Wilayah Sungai IV Sultra. (Haerun)
Bacakan

Kendari, Inilahsultra.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan kunjungan kerja di kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari, Senin 13 Januari 2020.

-Advertisements-

Kunjungan dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Sultra Suwandi Andi serta anggota Muh Irfani Thalib, Aksan Jaya Putra (AJP), dan Sudirman.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas penerimaan di kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV,” kata Ketua Komisi III Suwandi Andi.

Tujuan kunjungan ini, kata Suwandi, untuk berkoordinasi dan bersilaturahmi dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari untuk singkronisasi program-program daerah maupun nasional salah satunya penanganan banjir dengan kewenangan masing-masing.

“Dengan kondisi hari ini kita ketahui bersama bencana banjir terjadi di berbagai daerah, dan untuk kita di Sultra bagaimana mencegah banjir dengan singkronisasi program kerja DPRD dan pemerintah dapat bersama-sama,” ujarnya.

Pertemuan hari ini, kata Suwandi, bukan untuk pertama dan terakhir, tetapi dengan kunjungan hari ini komunikasi dan silaturahmi antara Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari dan DPRD Sultra ada keterbukaan.

“Kiranya kami ingin datang lagi menginginkan ada keterbukaan dari teman-teman Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari semata-mata tujuannya untuk membangun daerah,” ujarnya.

Di tempat yang sama Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jaringan Sumber Air
Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari, Arbor mengaku suatu kebanggan bagi pihaknya dapat dikunjungi Komisi III DPRD Sultra dalam rangka singkronisasi program-program pengelolaan sumber daya air di Bumi Anoa.

“Tentunya banyak program-program strategis terkait pengelolaan sumber daya air di Sultra, yakni pembangunan Bendungan Ladongi dan bendungan Ameroro saat ini masuk tahap pelaksanaan,” ujarnya.

Faktor yang menyebabkan banjir di Sultra, Arbor menjelaskan, adanya perubahan iklim merupakan suatu fakta yang dibuktikan dengan hujan yang tidak menentu dengan intesitas tinggi.

Kemudian faktor lainnya, Arbor menjelaskan, sudah banyak hutan dialihfungsikan menjadi kebun dan aktivitas lainnya yang mengakibatkan banjir. Alih fungsi hutan ini menghilangkan pohon-pohon yang meresap air.

“Kalau ada pohon-pohon tentu airnya meresap dan ketahan di pohon, sehingga air tidak langsung mengalir ke sungai. Tetapi dengan kondisi saat ini sungai tidak bisa lagi menampung air yang masuk, karena sudah kurang pohon-pohon. Sehingga air dapat meluap di mana-mana,” jelasnya.

Untuk mengatasi ini, Arbor berharap ada dukungan dan akses dari pemerintah daerah maupun DPRD Sultra untuk bisa bersama-sama mengambil peran sesuau fungsi masing-masing.

“Kami harapkan dukungan dan singkronisasi bersama-sama dalam melaksanakan program-program untuk kemajuan daerah,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
-Advertisements-
loading...