Fraksi Golkar DPRD Kota Kendari : Apa Buktinya Kami Berkhianat

2956
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pemilihan Wakil Wali Kota Kendari pada 5 Maret 2020 kemarin telah usai dengan kemenangan Siska Karina Imran sebanyak 19 suara atas Adi Jaya Putra (AJP) sebanyak 16 suara dari total 35 pemilik suara.

Namun pemilihan yang telah usai, menyisakan banyak pertanyaan dan dugaan adanya pengkhianat terhadap komitmen partai.

- Advertisement -

Dari tujuh fraksi di DPRD Kota Kendari, Golkar paling banyak mendapatkan sorotan karena diduga tidak solid mendukung AJP sesuai dengan keputusan DPD Golkar Kota Kendari sebelumnya.

Terhadap berbagai tuduhan itu, La Ode Ashar menilai terlalu berlebihan dan tidak bisa dibuktikan secara nyata.

“Problem pilihan Wawali kemarin ini lebih pada persoalan dugaan beberapa kader Golkar tak dukung AJP.
Pertanyaannya, apa fakta dan bukti kami tak dukung AJP. Coba tunjukkan saya fakta dan buktinya kalau kader Golkar berkhianat,” imbuhnya.

Menurut Ashar, semua anggota dewan menyalurkan hak pilihnya sesuai nurani dan pertimbangan partai.

Ia mengaku, Golkar telah menginstruksikan untuk memilih AJP pada Pilwawali Kendari kemarin. Semua kader Golkar di DPRD Kota Kendari, kata Ashar tunduk pada keputusan itu.

Mengenai dirinya yang getol menolak AJP jelang Pilwawali Kendari, Ashar menyebutnya adalah dinamika politik yang kental di Golkar.

Menurut dia, partai berlambang beringin memiliki ideologi politik yang dinamis namun bukan berarti berkhianat atas keputusan partai.

“Jadi politik itu adalah intrik. Jangan kita lihat di permukaannya saja,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pemilihan kemarin berlangsung tertutup dan tak ada orang lain yang melihat siapa yang dicoblos antara dua calon yang tampil.

“Berkaitan dengan pilihan pilihan kemarin, itu hanya pribadi anggota dewan dan mahakuasa yang tahu. Jadi jangan salahkan siapa-siapa karena kita tidak tahu bagaimana fraksi lain apakah solid dengan komitmennya,” tuturnya.

Ashar menegaskan, bila tuduhan menyesatkan ini dipersoalkan oleh DPD Golkar Kota Kendari dan diadukan ke Mahkamah Partai Golkar, ia siap menghadapinya.

Ia mengaku, cenderung aneh bila DPD Golkar Kota Kendari mengambil sikap atas informasi yang belum jelas dasar pembuktiannya.

“Kalau mau sanksi, harusnya yanh fakta-fakta saja. Kemarin waktu Pilwali Kendari, Golkar mendukung Abdul Razak. Tapi ibu Nurlin Surunuddin mendukung ADP. Tapi kenapa tak ada sanksi kepada kader yang nyata tidak mendukung calon yang diusung Golkar. Saya mati-matian kemarin dukung Razak,” jelasnya.

Rajab Jinik : Golkar Solid Dukung AJP

Sementara itu, anggota Fraksi Golkar lainnya, LM Rajab Jinik menyebut, opini menyesatkan di media sosial oleh oknum tak bertanggung jawab tidak bisa menjadi rujukan.

“Sebab, suara yang kita salurkan itu tidak ada yang tahu. Siapa yang bisa tahu kita memilih AJP atau Siska di bilik suara,” tekan Rajab.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari ini kembali menegaskan, pihaknya tetap komitmen dengan keputusan partai yang mendukung AJP pada Pilwawali Kendari.

Persoalan pernyataan di belakang sebelumnya yang hati nuraninya memilih Siska itu adalah dinamika politik sebelum ditekennya pernyataan di atas materai tentang dukungan kepada AJP.

“Jadi, tidak bisa menggiring opini bahwa kader Golkar berkhianat kepada AJP. Mana buktinya? Kita tidak bisa jamin juga fraksi lain seperti apa sikapnya,” jelasnya.

Rajab mengaku heran, pascapemilihan, Golkar disebut pengkhianat. Padahal, kader Golkar jelas tunduk pada keputusan partai.

“Jangan bangun opini apalagi merusak citra Golkar. Siapa pun yang merusak citra Golkar akan berhadapan dengan hukum. Sebab, kita tidak mungkin khianati keputusan partai,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Kendari yang juga dari Fraksi Golkar LM Inarto menyebut, patut disyukuri proses Pilwawali Kendari kemarin berjalan aman, damai, demokratis dan tetap rahasia.

Terkait tuduhan bahwa Golkar berkhianat, Inarto menyarankan agar tidak mendengar opini sebagian apalagi cuitan di media sosial.

“Fraksi Golkar di DPRD Kota Kendari tetap solid sekalipun kita berada di tempat yang belum menang,” katanya.

“Tidak boleh opini dijadikan justifikasi dan alat untuk menghakimi orang lain. Ini tidak benar dan tidak baik,” imbuhnya.

Menurutnya, pemilihan kemarin berlangsung rahasia dan tidak ditahu siapa yang berkhianat.

“Tidak ada jaminan juga di fraksi lain begitu. Kami harap, kekalahan kita ini jangan kambing hitamkan Golkar.
Kekalahan AJP kemarin jangan Golkar yang disalahkan,” tegasnya.

Menurut Inarto, Golkar tidak pernah berkhianat terhadap keputusan partai karena semua mekanisme telah dilewati mulai dari penandatanganan komitmen di atas materai memutuskan mendukung AJP di Pilwawali Kendari.

Terakhir, Inarto berharap, sekalipun usungan Golkar kalah, ia berharap pemerintahan berjalan dengan baik dan visi misi wali kota dilaksanakan dan tetap membangun koordinasi yang baik dengan DPRD Kota Kendari.

“Pemilihan wakil wali kota telah selesai. Mari bersama kita pikirkan kesejahteraan masyarkat Kota Kendari. Semoga pak wali kota dan wakilnya yang baru membangun komunikasi dan komitmen yang sama demi perbaikan masyarakat Kota Kendari,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...