Brimobda Sultra Simulasi Penanganan Pasien Terduga Virus Corona di Pesawat

651
 

Kendari, Inilahsultra.com – Antsipasi penyebaran virus Corona (COVID-19), personel Subden Kimia Biologi dan Radioaktif (KBR) Detasemen Gegana dan Poliklinik Satuan Brimobda Sultra serta Instansi terkait Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar simulasi penanganan Covid-19.

Latihan simulasi penanganan virus corona (Covid-19) dilaksanakan di Mako Satuan Brimob Polda Sultra, Rabu 18 Maret 2020, diikuti, Tim Medis Dinkes Provinsi Sultra, Tim Medis Lanud Haluoleo Kendari, Tim Medis Lanal Kendari, ASDP Kendari, Tim Medis RSAD Dr.R. Ismoyo, Tim Medis RS. Bahteramas, Tim Medis RS. Bhayangkara, Tim Medis Klinik Teratai Sat Brimob Polda Sultra, Tim Medis Dinas KKP.

- Advertisement -

Dalam simulasi itu kelengkapan yang digunakan berupa, transportable portal monitoring, pneumatic shower, bak decon, masker SCBA, tabung SCBA,  LCD 3.3, Sertech, X-am 7000, mobil decon, clean air, baju level C, kompresor SCBA, mobil ambulace 7 unit, R6 bus 1 unit, ransus KBR 1 unit.

Dansat Brimob Kombes Pol Adarma Sinaga melalui AKBP XTL. Nadeak mengatakan, latihan dilaksanakan atas petunjuk Presiden RI melalui Inpres dan Gubernur Sultra agar dilaksanakan pelatihan simulasi bersama.

“Kemarin kita sudah melaksanakan latihan, namun hari ini ada beberapa perubahan sedikit. Oleh karena itu, latihan ini untuk menyamakan persepsi dan menyempurnakan latihan,” terang perwira dengan dua melati di pundak ini.

Rencananya, sambung Nadeak, forkopimda akan datang ke Mako Satuan Brimob Polda Sultra setelah melaksanakan rapat di Polda Sultra, untuk menyaksikan secara langsung simulasi.

“Tolong masing-masing menampakan peranannya, perlihatkan integrasi atau kerjasama setiap pihak, jangan berkerja sendiri-sendiri,” ucapnya.

Dalam simulasi itu, personel Subden KBR Den Gegana, Poliklinik Sat Brimob Polda Sultra, Tim Kesehatan TNI bersama gabungan Dinkes Provinsi Sultra melaksanakan aplikasi latihan simulasi penanganan dekontaminasi dalam rangka mengantisipasi penyebaran wabah virus.

Aplikasi latihan simulasi penanganan dekontaminasi dalam rangka mengantisipasi penyebaran wabah virus corona diasumsikan.

Simulasi dimulai, tiba pesawat Sultra Air di Bandara Haluoleo Kendari dengan mengangkut sekitar 100 penumpang dari provinsi X. Pilot pesawat melalui ATC melaporkan adanya 3 orang penumpang yang sakit dengan gejala demam, batuk dan sesak nafas.

Kemudian, ATC berkoordinasi dengan UPBU Haluoleo terkait laporan tersebut. Kepala UPBU Haluoleo menginstruksikan kepada posko kedaruratan kesehatan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menentukan respon penanggulangan.

Lalu, bidang kesehatan, bidang keamanan, bidang informasi dan komunikasi serta bidang logistik melakukan persiapan sesuai SOP.

Pesawat mendarat di remote area atau zona karantina. Tim verifikasi yang terdiri dari pejabat karantina KKP Kelas II Kendari telah menggunakan APD menuju pesawat Sultra Air untuk memverifikasi laporan.

Tim verifikasi KKP berkoordinasi dengan awak pesawat dan memberikan masker N95 Kepada penumpang sakit, telah dipindahkan ke bagian belakang pesawat.

Lalu, tim verifikasi melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik terhadap penumpang sakit dan screening suhu menggunakan thermal gun kepada penumpang lainnya.

Bagi penumpang yang dinyatakan suspek, akan turun dari pesawat dijemput oleh tim evakuasi melalui jalur berbeda dengan penumpang lainnya.

Tim evakuasi melakukan evakuasi suspek yang telah di disinfeksi dengan menggunakan ambulans menuju ruang isolasi diluar apron.

Penumpang sehat turun melalui pintu terpisah, kemudian didisinfeksi oleh tim KBR. Selanjutnya menggunakan bus menuju terminal dan pulang ke rumah masing-masing dengan dibekali HAC dan edukasi untuk isolasi diri di rumah.

Sedangkan penumpang kontak berat turun terakhir kemudian disinfeksi oleh tim KBR selanjutnya menggunakan bus khusus menuju tempat karantina. Sampai di tenda isolasi orang-orang terduga terpapar COVID-19 diterima oleh tim kesehatan untuk diperiksa serta distabilkan kondisinya.

Lalu hasilnya dicatat dan dilaporkan saat berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan COVID-19 di Sultra dalam hal ini Rumah Sakit Bahteramas.

Semua petugas terlibat, ambulance dan alat angkut dilakukan dekontaminasi oleh KBR dengan menggunakan larutan BX29 untuk memutus mata rantai penularan dari petugas dan alat angkut ke lingkungan sekitarnya.

Setelah ambulance mengantar pasien ke rumah sakit rujukan tiba di Rumah Sakit Bahteramas, selanjutnya sesuai prosedur, pasien ditempatkan di ruang high risk dan diperiksa oleh dokter. Pasien ditangani oleh tim Rumah Sakit Bahteramas sesuai dengan keluhannya.

Tim dari Rumah Sakit Bahteramas akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melaporkan kasus baru untuk di hari berikutnya diambil sampelnya dan dikirim ke laboratorium di Jakarta.

Untuk hasilnya, akan diterima 3 sampai 5 hari setelah pengiriman sampel. Jika dalam menunggu hasil pasien mengalami perburukan kondisi kesehatan telah disediakan ventilator Rumah Sakit Bahteramas.

Tim KBR juga melakukan dekontaminasi kepada personelnya, penumpang yang kontak erat dilakukan karantina selama 14 Hari.

Selama dikarantina, dilakukan pengawasan kesehatan dan pengawasan keamanan semua orang yang dikarantina dilakukan pembatasan interaksi kepada orang lain dan pembatasan sosial.

Para penumpang akan sepenuhnya berkegiatan di dalam tenda karantina di dalam pengawasan tim terpadu dan tidak diperbolehkan keluar. Setiap pagi dilaksanakan olahraga bersama dan ada kegiatan bebas di mana para penumpang ini dapat memilih sarana rekreasinya masing-masing untuk menghilangkan rasa bosan dengan bermain gitar dan ada bermain catur

Para penumpang dikarantina akan dievaluasi status kesehatannya 3 kali dalam sehari. Apabila sakit akan dipisahkan ke tenda rumah sakit dan akan kembali dikarantina.

Jika sudah dinyatakan sehat untuk menyelesaikan masa karantinanya. Diasumsikan 14 hari setelah berlalu tim karantina akan mengumumkan kepulangan peserta karantina.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...