Hadapi ODP yang Menolak Karantina, Bupati Butur Minta Polisi Turun Tangan

287
 

Buranga, Inilahsultra.com – Bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan telah meminta polisi turun tangan untuk menghadapi Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 atau Corona yang menolak di karantina. Apalagi orang-orang tersebut baru datang dari daerah terdampak.

“Polisi saya sudah minta untuk tidak segan-segan meng-ODP-kan orang-orang yang tidak mau diatur, yang nyata-nyata orang itu datang dari luar, dari daerah terdampak,” kata Abu Hasan kepada sejumlah wartawan di Kantor Bupati Butur, Kamis 26 Maret 2020.

- Advertisement -

Ketua DPD PDI Sultra ini mengakui, masih ada orang Butur yang baru datang dari luar daerah namun tidak mau diatur. Padahal mereka baru saja tiba dari daerah terdampak Covid-19 seperti Jakarta.

“Kan ada orang yang tidak mau diatur. Dia dari luar negeri, dia dari Jakarta, dia dari Makassar, tapi dia merasa tidak bersalah sehingga dia tidak mau dikarantina. Saya sudah minta polisi untuk turun tangan,” paparnya.

Abu Hasan menegaskan, saat ini Tim Satgas Penanganan Covid 19 sedang menunggu alat thermoscanner. Setelah alat itu tiba, maka akan dilakukan pemeriksaan orang-orang yang masuk di Buton Utara.

“Tanpa pandang bulu (Pemeriksaan), siapapun. Ini ada beberapa Kadis (Kepala dinas) kita minta agar karantina diri. Tanpa memilih siapa dia dan dari mana asalnya,” ujarnya.

Abu Hasan mengungkapkan, penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Butur sudah ada kemajuan. Pertama, regulasi sudah tersedia sebagai landasan bergeraknya tim penanganan.

Kedua, lanjut dia, tim sudah membuat skenario pencegahan dan skenario penanganan.

“Infrastruktur kita sudah siapkan meskipun itu infrastruktur awal dan pemantauan mobilitas orang yang keluar masuk kita sudah lakukan,” tuturnya.

Langkah itu, tambah Abu Hasan, sudah sangat mendukung kerja-kerja tim melakukan pencegahan. Mulai dari edukasi, sosialisasi, dan mitigasi.

“Kita sudah lakukan,” singkatnya.

Pencegahan ini, terang Abu Hasan, sangat penting diawal penanganan Covid-19. Pasalnya, Butur merupakan pintu masuk beberapa poros dari Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), dan Kota Kendari.

Selain itu, Abu Hasan menambahkan, tim saat ini sedang menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis.

“Penyemprotan disinfektan juga kita sudah lakukan. Sambil menunggu alat, kita menggunakan bahan-bahan yang dimiliki Dinas Kesehatan, walaupun jumlahnya agak terbatas. Penyemprotan digunakan untuk tempat-tempat strategis,” terangnya.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...