AMAN Center Soroti Dinkes Sultra Lamban Tangani Corona

1158
 

Kendari, Inilahsultra.com – AMAN Center menyoroti lambannya sikap Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang lamban menangani kasus corona di Bumi Anoa.

Direktur AMAN Center La Ode Rahmat Apiti menyatakan, Gubernur Sultra sudah mengambil berbagai langkah teknis dalam penanganan virus corona ini dengan membentuk tim gugus tugas maupun instruksi realokasi dan reposisi APBD.

- Advertisement -

Hanya saja, kata dia, Dinkes sebagai instansi teknis tidak merespon cepat hal itu. Padahal, kata dia, ada anggaran awal Rp 3 miliar termasuk dana Rp 23 miliar yang siap digunakan.

“Harusnya, Dinkes cepat merespon dan segera menggunakan Rp 23 miliar itu untuk penanganan awal,” kata Rahmat Apiti, Senin13 April 2020.

Menurut Rahmat, anggaran Rp 23 miliar itu bisa digunakan untuk membiayai pengadaan alat pelindung diri (APD), rapid test, insentif petugas medis dan biaya hotel bagi tenaga medis. Termasuk untuk biaya logistik masyarakat.

“Tapi faktanya, anggaran itu tidak digunakan. Artinya, Dinkes tidak punya program dalam penanganan ini,” ujarnya.

Harusnya, kata dia, Dinkes tidak perlu takut menggunakan anggaran tersebut selama niatannya baik. Sebab, anggaran tersebut dikhususkan untuk tanggap darurat bencana.

“Sudah jelas semua regulasinya, harusnya tidak perlu takut. Masa harus gubernur lagi yang turun tangan persoalan begini. Pak gubernur sudah siapkan meja makannya, masa gubernur lagi yang siapkan makanannya,” katanya.

Ia menyebut, Dinkes harusnya buat program dan list kebutuhan medis di Sultra yang kemudian dibiayai lewat anggaran Rp 23 miliar. Ia melanjutkan, anggaran Rp 23 miliar itu tidak sendiri melainkan ada tambahan dana lain yang siap totalnya Rp 300 miliar.

“Jadi, bagaimana mau cair kalau proposal dan hitungan matematis tentang kebutuhan tidak jelas,” sorotnya.

Ia menyebut, tersumbatnya penanganan corona ada di Dinkes bukan di gubernur. Sebab, dinkes adalah instansi terkait yang diberikan kewenangan penuh dalam penanganan covid-19 ini.

“Situasi perang semacam ini tidak boleh lambat. Masa semua gubernur yang tanggung, apa gunanya pejabat di bawahnya. Kalau tidak becus dan lamban kerja, tidak usah menjabat. Selama ini gubernur babak belur disoroti publik ternyata masalahnya di tingkat SKPD-nya,” tuturnya.

Ia berharap, Dinkes segera mengambil langkah cepat dengan menggunakan anggaran yang telah disiapkan namun tetap mempertimbangkan aspek kehati-hatian, terukur dan mengacu pada asas manfaat dan kegunaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra Andi Hasnah belum memberikan keterangan atas kritikan dari AMAN Center ini. Saat dihubungi lewat pesan Whatsapp belum memberikan tanggapan.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...