TransSulawesi Pohara-Konut, Jalan Nasional yang Tak Kunjung Selesai

873
 

Kendari, Inilahsultra.com – Jalan Trans-Sulawesi dari Pohara Kecamatan Sampara menuju Konawe Utara hingga Sulawesi Tengah kondisinya masih sulit dilalui.

Padahal, jalan sepanjang 17 kilometer tersebut telah dibangun sejak 2015.

- Advertisement -

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menyebut, selain masalah dengan kontraktor, pembangunan jalan di daerah itu terkendala aktivitas kendaraan dengan tonase berat.

Ia menyebut, setiap kali dikerjakan, mobil bermuatan berat itu selalu melintas. Hal ini tentu mengganggu  pekerjaan.

“Di sana ada over load kendaraan. Di sana juga ada aktivitas dua industri PT OSS dan VDNI,” kata Ridwan Bae, Kamis 14 Mei 2020.

Ia menyebut, muatan sumbu terberat (MST) jalan dirancang maksimal 8 ton. Namun, kendaraan yang lewat di jalur tersebut mulai dari 15 sampai 21 ton bebannya.

“Apa pun alasannya, pasti hancur saat kendaraan itu lewat di sana. PU yang kita harapkan tidak bisa berbuat apa-apa karena instansi penindakan harusnya dari kepolisian dan perhubungan,” bebernya.

Ia menyebut, keberadaan mobil perusahaan harus menjadi pertimbangan agar kualitas pembangunan jalan tetap terjaga.

Terhadap kondisi ini, ia berharap adanya inovasi Gubernur Sultra Ali Mazi minimal proaktif memperhatikan jalan tersebut meskipun jalan nasional.

“Selain dia kepala daerah, dia juga perwakilan pemerintah pusat di daerah dan tentu punya kewajiban juga,” katanya.

Ia menyebut, Gubernur Sultra harus membicarakan dengan pihak terkait atas masalah kerusakan jalan di sana.

Politikus Golkar ini mengusulkan dua alternatif yang bisa ditempuh ke depannya. Yakni, pertama, menggabungkan kekuatan keuangan untuk meningkatkan kualitas jalan di sana.

Misal, pemerintah membangun jalan sesuai spesifikasi dan kontrak, sementara perusahaan memperkuat kembali daya tahan jalan tersebut hingga kekuatannya bisa menahan beban di atas 25 ton.

Kedua, gubernur bisa memanggil PT VDNI ataupun OSS yang beroperasi di sana untuk membangun jalan sendiri.

“Virtue membuat jalan sendiri dan pemerintah punya jalan sendiri. Hal ini bisa berjalan baik bila difasilitasi gubernur. Kan pemda punya kekuasaan besar,” tuturnya.

Ridwan menyebut, hal ini sudah dibicarakan dengan Gubernur Sultra Ali Mazi. Hanya saja, kata dia, belum ada tindak lanjut di lapangan.

“Kita punya ide dan pemikiran yang sama. Hanya belum ada aplikasinya,” tuturnya.

Ia berharap, masalah kerusakan jalan di daerah Konawe menuju Konawe Utara ini bisa tuntas secepatnya.

“Kerusakkan jalan ini jelas merugikan warga di sana,” pungkasnya.

Penulis : Jusbar

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...