Sudah Digratiskan, Dua Pria di Kendari Malah Aniaya Pedagang Bakso

2264
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sudah dikasih bakso gratis, dua pria di Kendari malah menganiaya pedagang bakso di wilayah Kota Lama, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pedagang Bakso, Memet mengaku, awalnya ada seorang pria datang ke warung memesan makanan. Namun nada suaranya memesan makanan terkesan memaksa dan mengancam. Kejadian itu, Senin 22 Juni 2020 sore.

- Advertisement -

“Kebetulan sore itu bapak saya yang jaga warung. Orang itu memesan bakso, lalu bapak saya memberikan bakso tersebut tanpa bayaran,” terang Mamet, Selasa 23 Juni 2020.

Selang beberapa jam kemudian, pria itu datang lagi dan meminta bakso. Kebetulan yang jaga warung adalah dirinya.

“Datang kedua kalinya, saya yang jaga warung, dia (pelaku) datang dengan cara memaksa. Awalnya tidak mau bayar, dia bicara sambil menggertak. Setelah saya bicara agak keras dia mau bayar, tapi dia tidak mau ambil baksonya lalu kemudian dia pergi,” sambungnya.

Kemudian, pria itu datang lagi bersama satu temannya. Mereka datang dengan nada membentak seolah-olah menantang. Salah satu dari pria itu datang mendekati korban dengan mengucapkan kata-kata kasar.

“Datang mendekati saya langsung memukul, dua orang yang memukul. Tidak terima langsung saya balas memukul sampai dua orang itu kabur dari warung,” ujarnya.

Menurut Mamet, kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi. Malah sudah sering melakukan pemalakan dan kekerasan di warung ini.

“Saya sudah laporkan kejadian ini ke Polsek Kemaraya, saya luka pada bagian bibir akibat dianiaya dua pria itu,” bebernya.

Mamet berharap, pelaku secepatnya ditangkap. Jangan sampai mereka datang lagi dan melakukan yang lebih parah lagi.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kemaraya IPTU Muhammad Ridwan mengaku, sudah menerima laporan itu.

“Pemilik warung melaporkan bahwa didatangi dua preman dengan melakukan tindakan penganiayaan. Kasus ini masih kita selidiki dan mencari pelakunya,” ucap Ridwan.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...